Hera Laporkan Erin Taulany ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

Hera Laporkan Erin Taulany ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

Asisten rumah tangga bernama Hera melaporkan majikannya, Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany, ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan fisik. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 28 April 2026 di kediaman terlapor setelah muncul teguran terkait pekerjaan rumah tangga, sebagaimana dilansir dari Suara.

Kejadian bermula ketika Hera sedang membersihkan area lantai dua rumah. Menurut pengakuan pelapor, kemarahan majikannya dipicu oleh kondisi tirai yang belum dibuka serta pintu kamar mandi yang masih tertutup di salah satu ruangan anak terlapor.

"Awalnya tuh saya lagi bersihin sofa di lantai dua, terus Ibu Erin ke atas. Dia masuk ke kamarnya Mas Dio dan melihat hordeng itu enggak dibuka, sama kamar mandinya Mas Dio enggak ditutup. Di situlah dia marah," cerita Hera di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 4 Mei 2026.

Hera menjelaskan bahwa Erin kemudian memanggilnya untuk memberikan teguran keras terkait masalah teknis di dalam kamar tersebut.

"Kenapa ini hordeng enggak dibuka? Kenapa kamar mandi Dio ditutup? Kamu tahu kan kalau Mas Dio di rumah ini tuh enggak suka kalau ada kamar mandi dibuka." kata Erin Taulany.

Meski Hera sudah berupaya menyampaikan permohonan maaf, ia mengaku justru mendapatkan tindakan kekerasan fisik menggunakan peralatan kebersihan.

"Dia ngambil sapu yang saya pegang. Sapu lidi itu diambil sama dia, dipukul ke kepala saya pakai gagangnya," terang Hera.

Tindakan tersebut dilaporkan berlanjut dengan serangan verbal yang dinilai merendahkan martabat pelapor sebagai pekerja.

"(Kata Erin) Kamu ini kerja asal-asalan, kamu ini tolol, bego. Kamu nggak bisa kerja ya?' kata dia gitu," jelas Hera.

Hera mengaku sempat meminta agar majikannya berhenti melakukan tindakan fisik karena merasa kesakitan akibat hantaman benda tumpul tersebut.

"Maaf Bu, tapi jangan main tangan dong Bu," pinta Hera.

Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan dan dugaan pemukulan kembali terjadi menggunakan gagang sapu lidi yang sama.

"Terus kata Bu Erin, bilang gini "Ya kamu soalnya kerjanya tolol". Terus diambil lagi tuh sapunya, disabetin itu, dipukul lagi tuh saya," imbuhnya.

Pelapor juga mengungkapkan adanya tindakan kekerasan lain berupa tendangan yang diterimanya pada malam hari setelah insiden di lantai dua tersebut.

"Saya jongkok di depan dia terus kepala saya ditendang," katanya.

Hera menyatakan bahwa perlakuan kasar berupa makian sudah sering ia terima sejak awal bekerja, hingga akhirnya ia meminta untuk dipulangkan kepada pihak penyalur.

"Sudah beberapa hari kerja di situ, sering dimaki-maki," kata Hera.

Menanggapi laporan tersebut, Erin Taulany secara tegas menampik seluruh tuduhan kekerasan yang diarahkan kepadanya dan mengaku memiliki bukti untuk membela diri.

"Sangat membantah. Saya sudah mengetahui apa yang dilaporkan oleh penyalurnya itu dan saya punya bukti-bukti semuanya," kata Erin Taulany.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan ini, sementara hasil visum dari rumah sakit masih ditunggu oleh tim penyidik.

Artikel terkait

Rekomendasi