Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil daftar nama 44 pemain untuk menjalani pemusatan latihan yang dimulai pada Selasa (26/5/2026) sebagai persiapan menghadapi laga FIFA Matchday dan Piala AFF 2026.
Dilansir dari sport.detik.com, pemusatan latihan untuk Piala AFF 2026 rencananya berjalan selama empat hari hingga Sabtu (30/6). Sejumlah nama seperti Thom Haye, Marc Klok, Muhammad Riyandi, Cahya Supriadi, Muhammad Ferarri, Alfharezzi Buffon, dan Shayne Pattynama dilaporkan telah hadir.
Skuad Garuda juga memanggil wajah baru meliputi Eksel Runtukahu, Rizky Eka Pratama, Brian Fatari, Rayhan Hannan, Rivaldo Pakpahan, dan Fajar Fathur Rahman. Berdasarkan laporan bola.kompas.com, nama lain seperti Wahyu Prasetyo, Arkhan Fikri, Ricky Kambuaya, Emil Audero, Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Beckham Putra, dan Ole Romeny turut masuk daftar.
Mengenai polemik batas usia pemain yang sempat muncul, John Herdman memberikan klarifikasi langsung pada wawancara hari Jumat (23/5/2026).
"Oh, jika melihat sejarah saya, kapten saya di Piala Dunia 2022 berusia 40 tahun. Steven Vitoria, asisten pelatih, berusia 36 tahun, dan kiper saya berusia 38 tahun," ujar Herdman.
Herdman menjelaskan bahwa kebijakan pemilihan pemain didasarkan pada kualitas terbaik, bukan faktor umur semata.
"Jadi, jika Anda cukup bagus, Anda cukup muda atau cukup tua. Bagi saya, usia tidak masalah. Saya pikir mungkin di masa lalu ada misi untuk memberi lebih banyak kesempatan kepada pemain muda." kata Herdman.
Pelatih asal Inggris tersebut menekankan pentingnya performa terbaik mengingat jadwal pertandingan krusial yang sudah dekat.
"But ketika Anda sedekat ini dengan pertandingan seperti AFC, ini tentang pemain terbaik," imbuh Herdman.
Terkait absennya Ezra Walian yang tampil impresif di Indonesian Super League bersama Teja Paku Alam dan Adam Alis, Herdman mengaku telah berkomunikasi secara personal.
"Jadi Ezra Walian, dia menjalani musim hebat, tetapi dia cedera dan memiliki masalah pribadi. Jadi saya sudah berbicara dengan Ezra dan kami sudah mencapai kesepakatan," tutur Herdman.
Herdman menambahkan bahwa peluang sang gelandang untuk membela tim nasional di turnamen regional masih terbuka terbuka.
"Dia mungkin masih tersedia untuk AFF, kita tidak tahu, tetapi dia sedang mengalami cedera dan akan menanti kelahiran anaknya." kata Herdman.
Keputusan tersebut diambil demi memberikan ruang bagi sang pemain menyelesaikan urusan personalnya.
"Jadi, kami telah membahas secara detail ketersediaannya. Pemain yang sangat bagus," imbuh Herdman.
Herdman memproyeksikan regenerasi jangka panjang dalam program kepelatihannya menuju kompetisi global.
"Bagi saya, usia, ketika Anda tinggal empat tahun lagi menuju Piala Dunia, Anda ingin memberi kesempatan kepada pemain muda, dan Anda akan melihat beberapa pemain yang sangat muda di skuad berikutnya," kata Herdman.
Kendati demikian, integrasi pemain tetap mengedepankan standar kompetensi tertinggi untuk mewakili negara.
"But juga, Anda harus menghormati pemain terbaik, karena Anda harus menjadi pemain terbaik untuk mewakili negara Anda. Hanya yang terbaik. Jadi bagi saya, usia bukanlah masalah," imbuh Herdman.
Berdasarkan pemberitaan bola.com, komposisi pemain akan dibagi berdasarkan regulasi turnamen. Skuad Piala AFF akan didominasi pemain domestik karena tidak masuk kalender resmi FIFA, sedangkan para pemain diaspora di Eropa difokuskan untuk FIFA Matchday melawan Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Kami punya beberapa kesempatan untuk melihat dan uji coba. Untuk FIFA Matchday Juni, pemain di Eropa akan bergabung, sementara untuk Piala AFF pemain dari liga domestik," kata Herdman.
Agenda bulan November mendatang ditargetkan menjadi momentum finalisasi pemilihan 26 pemain terbaik untuk Piala Asia 2027.
"Setelah itu di bulan November adalah persiapan terakhir kami untuk Piala Asia. Di situ kami akan menentukan siapa-siapa yang terbaik. Baik diaspora maupun dari liga lokal sama-sama memiliki kesempatan," lanjut Herdman.
Herdman menegaskan regulasi FIFA menjadi dasar utama dirinya tidak memaksakan kehadiran pemain luar negeri untuk agenda non-FIFA.
“Kesempatan bagi pemain Eropa untuk datang memang ada, tetapi klub tidak akan mengizinkannya. Aturan FIFA tetap aturan FIFA,” jelas Herdman.
Turnamen Piala AFF sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, di mana Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
“Jadi kami akan menggunakan pemain domestik di AFF, dan itu penting bagi saya karena target kami adalah Piala Dunia dan Piala Asia 2027,” terang Herdman.
Proses pemantauan pemain domestik sebelumnya telah dilakukan lewat ajang FIFA Series bulan Maret lalu sebelum berlanjut ke pemantauan pemain Eropa bulan Juni.
“Pada FIFA Matchday Juni saya akan melihat pemain Eropa. Di FIFA Series Maret lalu saya sudah melihat pemain domestik dan Eropa. Semua pemain punya kesempatan untuk dipilih,” sambung Herdman.
Kombinasi tersebut krusial mengingat tantangan besar di Piala Asia karena Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand.
“Pada November nanti saya harus sudah mengetahui 26 pemain terbaik untuk persiapan AFC. Jadi beberapa jendela internasional ini sangat penting untuk menentukan siapa pemain domestik dan Eropa terbaik,” tegas Herdman.
Menanggapi target juara Piala AFF 2026 yang dilaporkan kompas.tv pada Jumat (22/5/2026), Herdman memilih untuk fokus pada setiap tahapan pertandingan.
“Satu pertandingan demi satu pertandingan (targetnya). Kalau terlalu fokus pada hasil akhir, anda kehilangan proses,” ucap Herdman.
Herdman kemudian merefleksikan pengalaman keberhasilannya saat menakhodai tim nasional di kawasan Amerika Utara.
“Saat saya membawa Kanada lolos Piala Dunia (2022), kami menjalani 17 pertandingan kualifikasi. Tidak pernah sekali pun kami melihat puncak gunung,” sambung Herdman.
Fokus utama kepelatihan saat ini langsung diarahkan pada pertandingan pembuka fase grup melawan Kamboja.
“Lawan pertama siapa? Kamboja. Itu saja fokus kami. Lawan Kamboja, kami bertarung dan menang,” ucap Herdman.
Target bertahap ini diterapkan untuk menjaga mentalitas dan konsistensi permainan seluruh anggota tim nasional.
“Lalu laga berikutnya. Saya tidak mau bicara soal ‘kami harus juara’,” sambung Herdman.