John Herdman Pantau Mitchell Baker dan Luke Vickery dalam Latihan Timnas

John Herdman Pantau Mitchell Baker dan Luke Vickery dalam Latihan Timnas

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memantau langsung kemampuan Mitchell Baker dan Luke Vickery dalam sesi latihan sebagai persiapan menjelang Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday.

Kehadiran dua pemain berdarah campuran Indonesia tersebut di pemusatan latihan sejak pekan lalu bukan merupakan jaminan bahwa mereka otomatis akan dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Proses pemanggilan ini ditujukan untuk melihat perkembangan kualitas individu mereka secara langsung di lapangan.

Saat ini Mitchell Baker tercatat aktif sebagai pemain klub Colorado Rapids di kompetisi Major League Soccer (MLS), sedangkan Luke Vickery merumput di Australia bersama Macarthur FC.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji memberikan penjelasan mengenai status terkini dari kedua pemain muda tersebut yang masih dalam tahap pemantauan.

"Untuk Mitchell dan Luke, ini kan masih proses ya. Mereka ini dipanggil, sekarang ini masih proses untuk naturalisasinya. Jadi belum final," kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji.

Pihak manajemen tim nasional ingin memanfaatkan beberapa hari masa latihan ini untuk mengukur kapasitas teknis dan adaptasi mereka dengan strategi tim.

"Tapi memang kami mau tahu seperti apa kedua pemain yang akan kami naturalisasi. Jadi, kami melihat perkembangannya nanti beberapa hari latihan ini seperti apa," ujar Sumardji.

Faktor usia Mitchell dan Luke yang baru menginjak 19 dan 20 tahun menjadi keuntungan kompetitif bagi skuad Garuda. Selain itu, latar belakang mereka yang berkompetisi di iklim sepak bola profesional luar negeri dengan postur tubuh di atas 1,8 meter menjadi nilai tambah.

Keputusan akhir mengenai kelanjutan proses naturalisasi sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala, John Herdman, yang akan menilai kesesuaian performa mereka dengan kebutuhan taktik tim.

"Kami pantau apakah nanti memang sesuai dengan apa yang kami inginkan, yang pelatih inginkan atau tidak. Tentu, itu semua adalah proses pemanggilan, dilihat bagaimana perkembangan ke depannya seperti apa," tutur Sumardji.

Artikel terkait

Rekomendasi