Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memproyeksikan turnamen Piala Asia 2027 sebagai sarana krusial untuk mengasah mental pemain dalam misi besar meloloskan skuad Garuda ke Piala Dunia 2030. Strategi jangka panjang ini disusun menyusul hasil undian grup yang menempatkan Indonesia di tengah kepungan tim-tim raksasa Benua Kuning.
Berdasarkan laporan Suara, hasil pengundian yang dilakukan di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (10/5/2026) dini hari WIB, memastikan Indonesia menghuni Grup F. Tim nasional akan bersaing ketat melawan Jepang yang memegang peringkat FIFA tertinggi di Asia, juara bertahan Qatar, serta kekuatan regional Asia Tenggara, Thailand.
Lawan-lawan tangguh di fase grup dipandang sebagai tantangan yang diperlukan untuk mengevaluasi posisi sepak bola Indonesia di level internasional. John Herdman menegaskan bahwa pengalaman menghadapi kompetisi di luar negeri menjadi elemen fundamental bagi perkembangan tim asuhannya.
"Piala Asia sangat sesuai dengan tujuan jangka panjang Indonesia karena kami harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini langkah penting yang harus kami ambil," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Penekanan pada jam terbang internasional ini diharapkan mampu mendongkrak kepercayaan diri para pemain saat berhadapan dengan lawan yang secara kualitas berada di atas mereka. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut menginstruksikan para penggawa Garuda untuk memangkas jarak performa dengan negara-negara elite.
"Kami harus terbiasa menghadapi lawan yang lebih kuat dan memperkecil jarak dengan Jepang maupun Qatar," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Kesempatan bertanding dengan tim sekelas Jepang dan Qatar dianggap sebagai momentum berharga untuk menutup kesenjangan kualitas permainan. Herdman memberikan penegasan bahwa kegagalan mengimbangi level tim papan atas Asia akan menghambat ambisi Indonesia di masa depan.
"Ini kesenjangan yang harus kami tutup jika ingin lolos ke Piala Dunia 2030," tegas John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.