Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyiapkan strategi mental khusus bagi skuad Garuda setelah hasil undian menempatkan mereka di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Pengundian grup tersebut resmi dilaksanakan oleh AFC di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi, pada Sabtu (9/5/2026).
Indonesia yang berada di Pot 4 akan berhadapan dengan kekuatan besar Asia dalam turnamen tersebut. Dilansir dari Suara, Herdman menekankan pentingnya bagi para pemain untuk tampil tanpa beban dengan memaksimalkan status mereka sebagai tim yang tidak diunggulkan di fase grup.
Pelatih asal Kanada tersebut memberikan tanggapannya mengenai penilaian berbagai pihak yang menyebut Grup F sebagai grup neraka. Herdman berpendapat bahwa setiap persaingan di level kontinental selalu menyajikan tantangan yang berat bagi setiap tim peserta.
"Banyak yang melihat ini sebagai grup sulit. Tetapi di level AFC, semua grup memang sulit," ujarnya dikutip dari laman KitaGaruda, Minggu (10/5/2026).
Penekanan strategi Herdman terletak pada pemanfaatan beban mental yang justru berada di pundak tim lawan. Menurutnya, tim papan atas seperti Jepang memiliki tuntutan untuk selalu menang, yang mana situasi tersebut bisa menjadi celah bagi Indonesia.
"Yang terpenting adalah melihat peluang saat menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog," katanya.
Status sebagai tim kuda hitam diyakini Herdman mampu memberikan keuntungan taktis, terutama jika lawan meremehkan kekuatan Indonesia. Ia meminta anak asuhnya untuk fokus pada setiap pertandingan yang dihadapi secara bertahap demi meraih hasil maksimal.
"Setiap laga punya tantangan unik. Kita harus melangkah satu per satu. Saya melihat ini sebagai peluang besar," ujarnya.
Taktik psikologis ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi seluruh pemain skuad Garuda saat bertanding di putaran final mendatang. Fokus utama staf pelatih saat ini adalah memastikan kesiapan mental pemain agar tetap kompetitif melawan tim-tim unggulan seperti Qatar dan Jepang.