Uli Hoeneß Tegur Lennart Karl Terkait Pakaian Pink di Allianz Arena

Uli Hoeneß Tegur Lennart Karl Terkait Pakaian Pink di Allianz Arena

Presiden kehormatan Bayern Munich Uli Hoeneß menyatakan rencana untuk menegur pemain muda Lennart Karl setelah gelandang berusia 18 tahun itu tampil mengenakan setelan serba merah muda saat menyaksikan laga perempat final Liga Champions melawan Real Madrid di Allianz Arena.

Karl yang absen akibat cedera saat Bayern menang 4-3 tersebut menarik perhatian publik karena memakai celana, jaket, sepatu, hingga topi bertema "Smurf" yang semuanya berwarna pink. Hoeneß menilai pilihan busana tersebut tidak sesuai dengan standar citra publik klub meskipun tim sedang berprestasi di lapangan.

Penegasan mengenai pentingnya menjaga sikap profesional ini disampaikan Hoeneß dalam wawancara bersama DAZN. Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan momen masa lalu saat ia dan Franz Beckenbauer harus mengintervensi Bastian Schweinsteiger yang mengecat kuku jarinya menjadi hitam.

"You don't exactly have to show up online in a pink suit. We saw the same thing with Bastian Schweinsteiger when he painted his fingernails black. Franz Beckenbauer and I intervened then too," kata Hoeneß.

Tokoh sepak bola Jerman berusia 74 tahun tersebut menekankan bahwa fokus utama seorang pemain muda seharusnya adalah pembuktian kualitas di atas lapangan hijau. Hoeneß berencana memberikan arahan langsung kepada Karl mengenai prioritas dalam kehidupan sebagai atlet profesional.

"I'll take Lennart aside at some point, when I see him, and tell him what's important in life and what isn't," ujar Hoeneß.

Terkait perbandingan dengan pemain lain seperti Michael Olise yang juga sering berpakaian nyentrik, Hoeneß memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, status bintang global memberikan kelonggaran tertentu yang belum dimiliki oleh pemain remaja seperti Karl.

"Yes, but he's already a global star, so he can get away with it. The media drive that kind of thing, of course, and his new girlfriend will naturally be interested as well," kata Hoeneß.

Ia menambahkan bahwa penggunaan setelan pink dianggap tidak masuk akal bagi pemain yang baru merintis karier. Hoeneß meyakini bahwa pelatih kepala Vincent Kompany kemungkinan besar telah membahas masalah disiplin berpakaian ini dengan sang pemain.

"Ultimately, he will be judged by what he shows on the pitch. But if, after four or five years, he's a regular for the national team and fans say, 'I come to the stadium for him too', then maybe he can let his hair down at Carnival and dig out that costume for one last appearance," ujar Hoeneß.

Kritik serupa juga datang dari agen sang pemain, Michael Ballack, yang merasa selebrasi dan penampilan Karl di pinggir lapangan terlalu berlebihan. Mantan kapten timnas Jerman itu menyebut faktor antusiasme masa muda sebagai pemicu perilaku tersebut.

"The fact that he's jumping around at all is already too much. But let's put it down to his euphoria and youthfulness. He'll get an earful in the dressing room, I'm sure of that," kata Ballack.

Berbeda dengan para seniornya, rekan setim Karl yakni Aleksandar Pavlovic justru menanggapi gaya berpakaian tersebut dengan lebih santai. Ia menganggap hal itu sebagai bagian dari kepribadian Karl yang memang ingin tampil menonjol.

"You know the lad. He wants to stand out. You saw that again today. Let him get on with it," ujar Pavlovic.

Artikel terkait

Rekomendasi