Honor Kembangkan Ponsel Baterai 12.000mAh dengan Pengisian Daya 120W

Honor Kembangkan Ponsel Baterai 12.000mAh dengan Pengisian Daya 120W

Produsen teknologi Honor dilaporkan tengah mengembangkan empat model ponsel pintar terbaru yang mengusung kapasitas daya ekstrem hingga 12.000mAh untuk memperkuat dominasi di pasar perangkat berdaya besar pada Kamis (7/5/2026). Rencana ekspansi ini bertujuan memperluas lini produk perusahaan setelah sebelumnya sukses meluncurkan seri dengan baterai 10.000mAh.

Langkah strategis tersebut menempatkan Honor sebagai pemain utama dalam kategori ponsel dengan ketahanan daya tinggi di pasar global. Dilansir dari Suara yang mengutip laporan Gizmochina, jika keempat perangkat ini resmi dipasarkan, maka Honor akan memiliki total tujuh koleksi ponsel dengan kapasitas baterai di atas rata-rata.

Inovasi paling menonjol ditemukan pada salah satu prototipe yang sedang diuji coba dengan kapasitas daya mencapai 12.000mAh. Kapasitas ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi perangkat seluler kelas arus utama guna memenuhi kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi.

Selain peningkatan kapasitas, Honor menguji penggunaan teknologi baterai dual-cell pada unit 10.000mAh untuk mengoptimalkan distribusi aliran listrik. Penerapan arsitektur ini diklaim mampu menjaga stabilitas suhu perangkat agar tidak mengalami panas berlebih saat proses pengisian daya berlangsung.

Implementasi desain dual-cell tersebut memungkinkan Honor untuk menyematkan fitur pengisian daya cepat hingga 120W. Kombinasi kapasitas besar dan kecepatan pengisian ini dirancang untuk mengatasi kendala durasi pengisian yang biasanya menjadi hambatan pada baterai berukuran jumbo.

Beberapa rumor yang beredar menyebutkan bahwa teknologi terbaru ini kemungkinan akan disematkan pada jajaran Honor X80, Honor Power 3, atau generasi penerus seri WIN 2. Saat ini, Honor telah menguasai tiga dari empat model ponsel baterai 10.000mAh yang telah tersedia di pasar domestik China.

Kondisi pasar persaingan juga mulai memanas seiring langkah serupa yang diambil oleh produsen lain seperti Oppo, Xiaomi, dan Huawei. Namun, para pesaing tersebut diperkirakan masih akan merilis produk mereka dalam jumlah terbatas untuk memantau respons dan minat konsumen sebelum melakukan produksi massal.

Artikel terkait

Rekomendasi