Hossam Hassan Pimpin Timnas Mesir dan Ukir Sejarah Sepak Bola

Hossam Hassan Pimpin Timnas Mesir dan Ukir Sejarah Sepak Bola

Nama Mohamed Salah mungkin menjadi sosok paling populer di Timnas Mesir saat ini. Namun, jauh sebelum bintang Liverpool itu bersinar, Mesir telah memiliki legenda besar bernama Hossam Hassan yang mengukir sejarah emas bagi sepak bola negara tersebut.

Hossam Hassan dikenal sebagai striker predator yang memiliki karakter permainan agresif. Kemampuannya di depan gawang lawan ditunjang oleh jiwa kepemimpinan kuat serta insting gol yang sangat tajam selama masa kejayaannya sebagai pemain profesional.

Perjalanan karier sang legenda dimulai pada tahun 1984 saat ia membela klub raksasa Mesir, Al Ahly. Penampilan konsisten di level domestik membuka pintu baginya untuk merantau ke Eropa dengan memperkuat klub Yunani, PAOK Salonika, serta klub Swiss, Neuchatel Xamax.

Meski kariernya di benua biru tergolong singkat, Hassan tetap menjadi sosok ikonik sekembalinya ke Mesir. Ia tercatat pernah membela beberapa klub besar lainnya seperti Zamalek dan Al-Ain, hingga akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2008 di Ittihad Alex.

Prestasi Hossam Hassan di level internasional jauh lebih mentereng dengan koleksi tiga trofi Piala Afrika untuk negaranya. Dilansir dari Suara, sosok yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Mesir tersebut masih memegang rekor dengan total 69 gol internasional.

Puncak karier dan momen paling bersejarah bagi Hassan terjadi pada perhelatan Piala Dunia 1990 di Italia. Ia menjadi andalan lini depan yang memimpin Mesir kembali tampil di panggung dunia untuk pertama kalinya sejak edisi tahun 1934.

Mesir kala itu tergabung dalam grup berat bersama tim-tim kuat seperti Belanda, Republik Irlandia, dan Inggris. Namun, di bawah komando Hassan, skuat berjuluk The Pharaohs tersebut mampu tampil sangat kompetitif menghadapi lawan-lawan tangguh.

Momen yang paling diingat publik adalah ketika Mesir secara mengejutkan menahan imbang Belanda dengan skor 1-1. Hasil ini dianggap sebagai kejutan besar karena skuat Belanda saat itu diperkuat oleh deretan pemain bintang kelas dunia.

Walaupun tidak mencetak gol pada turnamen tersebut, peran Hassan sebagai pemimpin serangan sangat krusial bagi tim. Semangat juang tinggi serta gaya menekan yang agresif menjadi ciri khas yang mengangkat nama sepak bola Mesir di mata dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi