Ajang HYDROPLUS Soccer League menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas ruang kompetisi bagi pesepakbola putri usia muda. Dilansir dari Detik Sport, turnamen ini baru saja menuntaskan seluruh rangkaian perhelatan untuk regional Kudus.
Kompetisi Soccer League Kudus 2025-2026 tersebut berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Babak puncak turnamen ini resmi bergulir pada 31 Mei 2026.
Putri Surakarta berhasil mengamankan tiket menuju putaran nasional untuk kategori U-15 setelah sukses menjadi runner-up. Mereka lolos bersama sang pemuncak klasemen, Scorpion FC. Sementara pada kategori U-18, Samba Persada Women menyabet gelar juara usai menaklukkan Putri Batang dan mengoleksi total 34 poin di akhir kompetisi.
Nantinya Soccer League bakal membuat konsep All-Stars dengan format full liga double round robin. Format ini akan mempertemukan 8 tim dari empat regional sekaligus menjadi momen untuk pencarian bakat Timnas Indonesia U-16.
"Konsep All-Stars baru pertama kali dilakukan di Indonesia dengan format full liga double round robin, dimana akan mempertemukan 8 tim dari empat regional. Nantinya akan ada tim talent scouting yang menjaring para peserta All-Stars berbakat untuk memperkuat timnas Indonesia," kata Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, dalam keterangan persnya.
"Mereka dipersiapkan untuk bertanding di ajang Srikandi Merdeka Cup yang akan berlangsung pada bulan Agustus nanti di Supersoccer Arena Kudus. Selamat berlatih menjelang putaran nasional, karena ini menjadi momen yang sangat penting," ujar Teddy Tjahjono.
Dukungan Askab PSSI Kudus untuk Pembinaan Usia Dini
Plt. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus Taufan Hapsoro Putro mengatakan Kudus patut berbangga ikut ambil bagian dalam proses pembinaan ekosistem sepakbola putri dari usia dini. Ia berharap agar para atlet yang telah berlaga di Kudus dapat terbang lebih tinggi dengan menapaki kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan hingga mencapai level profesional.
"Kudus patut berbangga dan merasa beruntung karena menjadi salah satu dari 4 regional yang ada. Semoga atlet dari Kudus yang juga berangkat dari pembinaan level usia dini di MLSC, dapat berbicara di tingkat yang lebih tinggi karena lahir dan bermulanya dari Kudus," ucap Taufan Hapsoro Putro.