Indonesia Basketball League (IBL) kembali meluncurkan serial dokumenter berjudul KITA. Untuk edisi KITA Season 2026, tayangan ini bakal menyajikan cerita di balik layar yang dinilai lebih personal serta emosional, seperti dikutip dari Detik Sport.
Melalui produksi serial dokumenter tersebut, pihak IBL memiliki misi untuk mengajak para penonton menyaksikan sisi lain kehidupan para atlet. Fokus tayangan tidak sebatas pada hasil menang dan kalah di lapangan pertandingan saja.
Alur cerita juga menyoroti proses para pemain saat bangkit dari keterpurukan, cara mengatasi tekanan, momen mengambil keputusan besar karir, hingga upaya keras untuk terus berkembang sebagai atlet sekaligus manusia.
AVP Media & Content IBL, Guustave Fabiano, menyebut KITA Season 2026 menjadi bentuk komitmen IBL untuk menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan para penggemar basket Indonesia.
"Lewat KITA Season 2026, kami ingin menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan sisi manusiawi para pemain. Tidak hanya tentang menang atau kalah di lapangan, tetapi juga tentang proses bangkit, mengambil keputusan besar, menghadapi tekanan, dan bagaimana mereka terus melangkah dalam kariernya. KITA menjadi gambaran bahwa setiap pemain selalu punya cerita perjuangan di balik pertandingan," ujar Guustave dalam keterangan resmi.
Sebagai pembuka perjalanan musim ini, episode perdana yang mengusung tajuk "The Next Step" langsung menghadirkan kisah dari dua pilar bola basket nasional, yaitu Andakara Prastawa dan Yesaya Saudale. Kedua pemain tersebut saat ini diketahui sedang berada dalam fase krusial perjalanan karir profesional mereka.
Bagi Andakara Prastawa yang bermain untuk klub Pelita Jaya, keterlibatannya dalam dokumenter ini berfungsi sebagai ruang refleksi personal. Dirinya harus berlapang dada menerima kegagalan mempertahankan gelar juara bersama Pelita Jaya pada kompetisi musim lalu.
Sementara bagi Yesaya Saudale, tayangan perdana ini memperlihatkan bagaimana keberanian dirinya untuk keluar dari zona nyaman demi mengambil tantangan baru di pentas profesional.
"Dokumenter ini buat saya sangat personal. Banyak orang cuma melihat hasil akhir di lapangan, tapi jarang melihat bagaimana seorang pemain belajar menerima kekalahan, bangkit lagi, dan menjaga rasa lapar untuk terus berkembang. Saya berharap cerita ini bisa memberikan perspektif baru bahwa menjadi juara bukan cuma soal menang, tapi soal bagaimana kita merespon kegagalan," ujar Andakara.
"Kalau ada satu hal yang saya harap bisa dirasakan penonton setelah menonton dokumenter ini, itu adalah semangat untuk terus melangkah. Karena dalam hidup, setiap orang pasti pernah jatuh. Yang membedakan adalah siapa yang mau bangkit dan mengambil next step," lanjutnya.
Di sisi lain, Yesaya Saudale menaruh harapan agar dinamika kisah yang tertuang di dalam dokumenter tersebut mampu memicu inspirasi bagi masyarakat luas untuk berani bertumbuh dan mengambil keputusan baru.
"Buat saya, dokumenter ini bukan cuma tentang basket atau perjalanan satu musim. Ini tentang bagaimana setiap orang punya prosesnya masing-masing untuk bertumbuh. Ada masa di mana kita harus keluar dari zona nyaman, mengambil keputusan besar, dan belajar menerima tekanan. Saya berharap orang yang menonton bisa melihat bahwa di balik setiap langkah seorang atlet, ada perjuangan yang mungkin tidak selalu terlihat," kata Yesaya.
"Semoga tayangan ini bisa jadi pengingat kalau perjalanan menjadi lebih baik itu nggak pernah instan. Kadang kita harus berani memulai langkah baru, walaupun belum tahu hasil akhirnya seperti apa," tambahnya.
Secara keseluruhan, KITA Season 2026 dijadwalkan tayang secara berkala setiap hari Jumat pada pukul 19.00 WIB secara eksklusif melalui saluran IBL TV. Episode pertama bertajuk "The Next Step" mulai disiarkan malam ini.
Untuk merangkum dinamika kompetisi, serial dokumenter KITA Season 2026 diproduksi dengan total 15 episode. Seluruh episode dirancang untuk membawa penonton menyelami emosi dan perjuangan di balik industri basket profesional tanah air.