Penyanyi sekaligus penulis lagu Idgitaf resmi meluncurkan album penuh keduanya bertajuk "Berusaha di Bawah Hujan" pada Jumat, 15 Mei 2026. Karya ini menandai fase pendewasaan musikalitasnya dengan menyisipkan nuansa musik country ke dalam balutan pop emosional yang menjadi ciri khasnya.
Dilansir dari Bisnis.com, album ini terdiri dari 12 lagu yang disusun sebagai perjalanan empat fase emosional manusia. Idgitaf menggambarkan proses mulai dari menemukan cinta, merasakan kebahagiaan, menghadapi konflik dan keraguan, hingga mencapai tahap penerimaan serta kesetiaan di tengah situasi sulit.
Musisi bernama asli Gita ini menggandeng sejumlah produser seperti Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, hingga Luthfi Adianto dalam proses produksi yang berlangsung sejak Februari 2025. Kolaborasi ini menghasilkan aransemen yang lebih personal, hangat, dan eksploratif dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Idgitaf menjelaskan bahwa album ini merupakan cerminan dari pengalaman pribadinya dalam memandang kehidupan secara lebih matang. Melalui rilis pers yang diterima Medcom.id, ia menyebut album ini sebagai ruang refleksi untuk memahami kapasitas diri dan makna cinta yang lebih luas.
"Berusaha di Bawah Hujan disusun sebagai perjalanan dalam empat fase emosional, mulai dari menemukan cinta yang terasa menyembuhkan, menikmati kebahagiaan di dalamnya, menghadapi konflik dan keraguan, sampai akhirnya belajar menerima dan bertahan bersama segala ‘hujan’ yang datang," kata Idgitaf.
Dalam album ini, Idgitaf juga menghadirkan kolaborasi spesial bersama Hindia pada lagu "Masih Ada Cahaya" serta menggandeng Dere dalam lagu berjudul "Setengah Langit". Kolaborasi dengan Dere disebut memiliki makna yang sangat personal karena berfungsi sebagai ruang dialog batin bagi sesama perempuan dalam memaknai kebahagiaan.
"Lagu ini seperti berbicara ke diri kami sendiri sebagai sesama perempuan, bahwa kita cenderung mengkategorikan kebahagiaan dari apa yang ditentukan oleh orang lain," ujar Idgitaf.
Sebelum album penuh ini dirilis, Idgitaf telah meluncurkan tiga single pembuka sejak Oktober 2025, termasuk lagu "Mungkin di Depan Buram" yang dirilis pada 15 April 2026. Lagu tersebut menampilkan permainan harmonika dan petikan gitar sendu yang memperkuat identitas musik barunya.
"Lagu ini terdengar romantis tapi lahir dari perjalanan yang tidak mudah," kata Idgitaf.
Hingga April 2026, data Spotify mencatat popularitas Idgitaf terus meningkat dengan jumlah pendengar bulanan mencapai 15,2 juta orang. Melalui album terbarunya, ia berharap para pendengar dapat merasakan kedekatan emosional terhadap narasi perjuangan hidup yang ia sampaikan lewat lirik-liriknya.