Operator kompetisi sepak bola nasional, I.League, mengisyaratkan bakal menggulirkan kembali turnamen Piala Indonesia mulai musim depan dengan merampungkan penyusunan draf jadwal pertandingan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport pada Senin (18/5/2026), langkah ini diambil untuk menambah jumlah kedatangan laga bagi klub-klub domestik.
Piala Indonesia terakhir kali dilaksanakan pada musim 2018/19 yang dimenangi oleh PSM Makassar, sebelum akhirnya vakum karena PSSI kerap beralasan jadwal padat menjadi penghalang. Melalui penegasan terbaru, I.League membantah klaim kesulitan mengatur sinkronisasi kalender antara kompetisi utama dan turnamen tersebut.
Pihak operator menegaskan kesiapan mereka dalam menyusun jadwal kompetisi pendamping jika diminta oleh federasi. Penegasan mengenai kesiapan regulasi dan penataan waktu ini disampaikan langsung oleh jajaran direksi operator liga kepada awak media.
"Saya melihat ada narasi begini, seolah-olah I.League kebingungan menaruh kompetisi. Kami tidak pernah ber-statement bahwa I.League kebingungan mencari tempat (waktu penyelenggaraan)," kata Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Penyusunan program ini juga disebut sebagai tindak lanjut atas arahan dari Ketua Umum PSSI demi memberikan menit bermain tambahan bagi tim-tim tanah air. I.League bergerak mencari formulasi kompetisi yang ideal.
"Justru kami sudah menyiapkan sekali lagi, Pak Ketua PSSI (Erick Thohir) sudah menyampaikan bahwa I.League diminta untuk bisa memberikan solusi atas bagaimana kami menambah jumlah bermain (klub)," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.
Saat ini rancangan jadwal Piala Indonesia sedang diselaraskan dengan Super League, Championship, dan Liga Nusantara. Format turnamen direncanakan tetap melibatkan klub dari tiga level kompetisi nasional seperti edisi sebelumnya, sekaligus menyinkronkan agenda kejuaraan Asia (AFC) dan regional ASEAN yang akan diikuti klub Indonesia musim depan.
"Kalendernya kami sudah punya, planning-nya sudah ada. Tapi detailnya seperti apa saya belum sampaikan. Pada waktunya kami akan satukan karena kami butuh sesuatu yang memang betul-betul terukur. Bukan kami kebingungan, justru kami ingin memastikan sinkronisasi semua," tutur Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.
Penyelarasan seluruh strata liga domestik beserta turnamen baru menjadi fokus utama pihak operator saat ini. Langkah ke depan akan diputuskan setelah persiapan seluruh instrumen pertandingan dinyatakan matang.
"Sinkronisasi agenda Super League-nya, Championship-nya. Kalau pun ada turnamen yang memang kami akan launching kemudian hari, termasuk sinkronisasi dengan AFC dan juga ASEAN. Sekali lagi itu memang membutuhkan satu persiapan yang harus betul-betul terukur dan pada waktunya kami akan umumkan," ucap Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.