Karakter misterius Imu memicu diskusi besar di kalangan pembaca setelah secara eksplisit menyebut sosok Nidhogg sebagai pengkhianat dalam alur cerita manga One Piece bab 1182 yang diterbitkan oleh Shueisha.
Pernyataan emosional dari Imu tersebut mengindikasikan adanya hubungan masa lalu yang kompleks antara dirinya, Nidhogg, para Dewa, serta wilayah Elbaph pada era kuno dunia One Piece.
Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Nidhogg awalnya berada di pihak Imu atau sekutunya pada masa lampau sebelum akhirnya mengubah kesetiaannya.
Berdasarkan ilustrasi dari kreator Eiichiro Oda yang dirilis Shueisha, Imu tampak berinteraksi dengan karakter Loki dan Ragnir dalam perkembangan cerita terbaru ini.
Catatan sejarah di dalam cerita menunjukkan bahwa pengguna kekuatan Nidhogg, yang merupakan Dewa Perang Elbaph, pernah terlibat pertempuran sengit melawan Dewa Matahari Nika pada periode Void Century.
Hubungan masa lalu ini disinyalir menjadi alasan utama Pemerintahan Dunia dan Imu menyimpan ketakutan mendalam terhadap kekuatan para dewa dan sosok Nika hingga era modern.
Perubahan kubu ini diduga terjadi karena adanya perbedaan prinsip yang mendasar mengenai sistem kendali dunia dan kebebasan.
"Mungkin dahulu pengguna Nidhogg memang ada di sisi Imu, namun di titik tertentu dia berbalik dan justru pindah ke sisinya Joy Boy atau Nika," demikian spekulasi yang beredar mengenai akar permasalahannya.
Sikap Nidhogg yang membantu Joy Boy secara otomatis membuatnya menjadi musuh dari sistem pertahanan dunia yang dibangun oleh kelompok Imu.
Nada bicara Imu yang sarat emosi saat menyebut nama Nidhogg mengisyaratkan bahwa tindakan pembelotan tersebut merupakan peristiwa besar yang berdampak luas bagi hasil perang di masa lampau.