Timnas U17 Indonesia terpaksa turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup B Piala Asia U17 2026 setelah menelan kekalahan 0-2 dari Qatar di Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah. Hasil negatif dalam laga kedua fase grup ini membuat perolehan poin Indonesia kini disamai oleh Qatar.
Dua gol kemenangan tim asuhan Alvaro Meija dicetak oleh Ayokunle Samuel Tokode pada menit ke-57 dan Dhiaeddine Larbi pada menit ke-66. Dilansir dari Bola, kekalahan ini menempatkan Qatar di posisi kedua karena unggul secara head-to-head atas skuad Garuda Muda.
Sebelumnya, Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas China, sedangkan Qatar sempat kalah 1-3 dari Jepang. Pada pertandingan lain di grup yang sama, Jepang memastikan dominasinya dengan menyapu bersih dua laga awal setelah menaklukkan China 2-1.
| Posisi | Tim | Main | Menang | Kalah | Poin |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jepang | 2 | 2 | 0 | 6 |
| 2 | Qatar | 2 | 1 | 1 | 3 |
| 3 | Timnas U17 Indonesia | 2 | 1 | 1 | 3 |
| 4 | China | 2 | 0 | 2 | 0 |
Kurniawan Dwi Yulianto, Pelatih Timnas U17 Indonesia, mengakui hasil pertandingan tersebut meleset dari target yang telah ditetapkan oleh tim kepelatihan. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya di lapangan.
"Ya, pertama secara hasil kita tahu kita kalah. Tentu tidak sesuai yang kita harapkan," kata Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Pelatih asal Magelang tersebut menilai kedisiplinan pemain sepanjang laga tetap terjaga meskipun gawang Indonesia akhirnya kebobolan dua kali. Ia menekankan bahwa performa tim di babak pertama sebenarnya cukup menjanjikan sebelum masalah transisi muncul.
"Tapi tetap saya mengapresiasi kerja keras dari para pemain. Terutama kedisiplinan mereka di sepanjang laga," kata Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Kurniawan menggarisbawahi kegagalan antisipasi pemain saat kehilangan penguasaan bola yang berujung pada terciptanya gol lawan. Ketidaksiapan dalam transisi negatif dianggap menjadi celah utama yang dimanfaatkan secara efektif oleh tim Qatar.
"Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita. Jadi ketika kita hilang bola, tim lawan mampu memanfaatkan itu. Dan kita kurang siap dalam hal itu," lanjut Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Selain aspek pertahanan, sang pelatih menyoroti efisiensi penyelesaian akhir yang masih menjadi kendala besar. Indonesia tercatat memiliki tiga peluang emas di babak pertama, termasuk satu eksekusi penalti yang gagal membuahkan hasil.
"Walaupun sepanjang babak pertama kita bermain cukup bagus. Masalah disiplin mereka, terus peluang kita juga ada," lanjut Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Kegagalan mengonversi peluang menjadi gol tersebut sangat disesalkan karena momentum permainan bisa saja berubah jika Indonesia unggul lebih dulu. Kini fokus tim beralih pada pembenahan aspek psikologis sebelum melakoni pertandingan penentuan di grup.
"Di babak pertama ada (lebih kurang) tiga peluang, termasuk penalti. Tapi memang sayang belum bisa terjadi gol," jelas Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Staf kepelatihan saat ini memprioritaskan pemulihan mental agar para pemain tidak terus terpuruk akibat kekalahan di Jeddah. Kurniawan menekankan pentingnya kerja keras semua pihak di ofisial untuk membangkitkan motivasi tim.
"Kedepannya tentu kita di coaching staff dan official semua harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan mental para pemain," ungkap Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Keyakinan untuk melaju ke fase gugur tetap dijaga oleh Kurniawan karena peluang lolos secara matematis masih terbuka lebar. Ia menginstruksikan para pemain untuk berjuang habis-habisan pada partai pamungkas di Grup B.
"Setelah kita kalah tadi malam itu tugas dari kita di coaching staff dan official untuk mengembalikan mental mereka untuk tidak semakin terpuruk," kata Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.
Para pemain diminta segera melupakan hasil melawan Qatar dan memfokuskan energi untuk memenangkan pertandingan terakhir. Perjuangan maksimal menjadi harga mati demi menjaga asa bertahan di turnamen tingkat Asia tersebut.
"Karena peluang masih ada, masih terbuka. Dan kita berusaha untuk fight maksimal sampai perjuangan terakhir kita," pungkas Kurniawan, Pelatih Timnas U17 Indonesia.