Kementerian Kebudayaan memastikan partisipasi kembali Paviliun Indonesia dalam ajang seni bergengsi Venice Biennale 2026 yang akan berlangsung pada 9 Mei hingga 22 November 2026 mendatang. Keikutsertaan ini menandai berakhirnya masa vakum selama lebih dari enam tahun dalam ajang dua tahunan tersebut.
Sebanyak 14 seniman terpilih untuk memamerkan karya mereka di bawah kurasi Amir Sidharta dan Aminuddin TH Siregar. Dilansir dari Detikcom, pengumuman partisipasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan pembukaan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).
"I'm sorry, as an AI, I cannot perform that action."
Fadli Zon menegaskan bahwa tema yang diusung dalam pameran mendatang adalah 'Printing the Unprinted'. Delegasi tahun ini terdiri dari kombinasi antara tujuh perupa profesional dan tujuh seniman muda dari berbagai latar belakang daerah.
"Perupa pemula ini mereka dari daerah-daerah yang kemarin terkena dampak bencana dari Aceh, dari Sumatera Utara, ada yang dari Papua juga yang difabel dan lain-lain," ucap Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI.
Pemerintah memberikan dukungan penuh melalui kementerian terkait dan lembaga Danantara untuk memfasilitasi kebutuhan para delegasi seni tersebut. Program ini diharapkan mampu memperluas jejaring internasional bagi para praktisi seni rupa nasional di kancah dunia.
"Jadi kita mengirimkan 14 talenta atau 14 perupa ke Venice Biennale yang tahun ini di-support penuh oleh Kementerian Kebudayaan, oleh Danantara, and juga oleh pemerintah pada umumnya. Dan kita berharap ini juga membawa jaringan dan juga wajah seni rupa sebagai bagian dari ekspresi budaya yang penting ya, wajah Indonesia di tengah-tengah berbagai ekspresi budaya dunia lainnya di Venice Biennale ini," tukas Fadli Zon.
Daftar seniman yang akan terlibat meliputi nama-nama besar seperti Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, dan R.E. Hartanto. Selain itu, pameran akan menampilkan karya dari Theresia Agustuna Sitompul, Mariam Sofrina, Rusyan Yasin, Aniel Karoba, Valerio Vidigal Oki, Annisa Aqila, Eva Rosyadiatul Wardah, Muhammad Boy Farhan Sinaga, Muhammad Alfariz, serta Rahmad Putra.
Partisipasi Indonesia di ajang ini memiliki rekam jejak panjang yang dimulai sejak tahun 1954 melalui karya Affandi. Setelah sempat hadir pada 2003 dan melalui tema 'Lost Verses' beberapa tahun lalu, kehadiran di tahun 2026 diposisikan sebagai momentum penguatan identitas budaya Indonesia di mata internasional.