Indonesia mendaftarkan empat pasangan ganda putra untuk bersaing di ajang Thailand Open 2026. Turnamen level Super 500 ini diharapkan menjadi momentum bagi skuad Garuda untuk menghentikan paceklik gelar juara yang terjadi sejak 2017.
Gelaran Thailand Open 2026 dijadwalkan berlangsung di Nimibutr Arena, Bangkok, mulai 12 hingga 17 Mei mendatang. Berdasarkan data resmi di situs BWF, dilansir dari Kompas, Indonesia mengirimkan total 18 wakil di lima sektor berbeda.
Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mendapatkan undian yang cukup menguntungkan karena terhindar dari unggulan berat pada fase awal. Pada babak pertama, mereka akan menghadapi wakil Taiwan, Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng, yang menempati peringkat 58 dunia.
Turnamen ini juga menandai kembalinya kerja sama Leo/Daniel setelah sempat dipisahkan oleh PBSI pada 2024. Sebelumnya, Leo bertandem dengan Bagas Maulana, sementara Daniel berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri sebelum akhirnya menepi karena cedera panjang.
Thailand Open 2026 menjadi ajang pembuktian kondisi fisik Daniel Marthin setelah pulih dari masa pemulihan cedera. Leo/Daniel diprediksi baru akan menemui tantangan serius di babak 16 besar saat bertemu pasangan Malaysia, Nur Mohd Azriyn/Tan Wee Kiong.
Selain Leo/Daniel, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga menempati posisi yang aman dalam bagan pertandingan. Berstatus sebagai unggulan kedua, mereka berada di blok yang berbeda dengan favorit juara asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Sabar/Reza saat ini masih menunggu calon lawan yang harus berjuang dari babak kualifikasi. Lawan mereka adalah pemenang dari laga antara wakil tuan rumah Kittinupong Kedren/Lucas Ekarat Wedler melawan pasangan Malaysia, Choong Hon Jian/Wong Vin Sean.
Kondisi berbeda dialami oleh Bagas Maulana/Muhammad Putra Erwiansyah yang baru memulai debut sebagai pasangan baru. Mereka langsung dihadapkan pada ujian berat dengan melawan unggulan pertama, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, di babak pertama.
Satu pasangan lain, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dijadwalkan bertanding melawan wakil Malaysia, Chia Wei Jie/Teo Ee Yi. Berdasarkan hasil undian, keempat pasangan Indonesia ini paling cepat hanya bisa bertemu di babak semifinal jika terus melaju.
Absennya Pasangan Papan Atas Dunia
Peluang Indonesia untuk melangkah jauh di Thailand Open 2026 dinilai sangat terbuka lebar. Hal ini dikarenakan minimnya partisipasi pasangan penghuni peringkat 10 besar dunia BWF dalam turnamen kali ini.
Beberapa nama besar dipastikan absen, di antaranya Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan serta Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia. Selain itu, pasangan tangguh China, Liang Wei Keng/Wang Chang, juga tidak masuk dalam daftar peserta.
Secara historis, Indonesia merupakan pemegang rekor juara terbanyak di sektor ganda putra Thailand Open dengan koleksi 12 gelar. Jumlah tersebut melampaui raihan Korea Selatan yang mengoleksi 9 gelar dan China dengan 8 gelar juara.
Prestasi fenomenal Indonesia dimulai oleh pasangan Hadiwibowo/Christian Hadinata pada tahun 1984. Namun, tren juara tersebut terhenti setelah Berry Angriawan/Hardianto meraih podium tertinggi pada edisi 2017 silam.
Dalam beberapa tahun terakhir, pencapaian terbaik Indonesia hanya sampai pada babak final. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi runner-up pada 2022, diikuti Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang meraih posisi serupa pada edisi 2023.