Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadwalkan laga uji coba internasional bagi Timnas Indonesia melawan Timnas Oman dan Timnas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 dan 9 Juni 2026. Pertandingan ini digelar sebagai persiapan skuad Garuda menjelang turnamen ASEAN Championship 2026.
Dilansir dari Bola, kepastian jadwal tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, pada Jumat (8/5/2026). Skuad asuhan John Herdman akan menantang Oman terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan Mozambik untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Pemilihan Mozambik sebagai lawan didasari oleh kualitas tim asal Afrika tersebut yang kini menduduki peringkat 101 FIFA per April 2026. Posisi tersebut berada 21 tingkat di atas Indonesia yang menempati peringkat 122 dunia. Sejumlah pemain Mozambik tercatat merumput di liga-liga top Eropa, seperti Geny Catamo di Sporting CP dan Reinildo Mandava di Sunderland.
"Pada saat itu kita hanya punya satu lawan di tanggal 5 dengan Oman. Dan tentu kita juga harus mencari satu tim lagi agar ada tiga tim di bulan Juni tanggal 5 dan tanggal 9," kata Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.
Keputusan mengundang tim berjuluk Os Mambas ini juga merupakan hasil komunikasi antara Ketua Umum PSSI dengan pihak federasi Mozambik. Federasi menilai pertemuan ini akan memberikan pengalaman baru bagi Indonesia yang jarang bertemu tim asal Benua Hitam.
"Dan akhirnya di samping kebetulan pertemuan Pak Ketua Umum dengan federasi Mozambik, lalu akhirnya ada komunikasi di situ untuk mengundang mereka untuk bermain di Indonesia," jelas Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.
PSSI menyoroti rekam jejak pemain lawan yang dinilai akan memberikan tekanan kompetitif bagi lini pertahanan Garuda. Kekuatan individu pemain yang berkarier di kompetisi luar negeri menjadi nilai tambah dalam laga uji coba ini.
"Dan kita tahu Mozambik juga belum pernah datang ke Indonesia, dan ini kali pertama mereka akan memperlihatkan permainannya mereka di sini," terang Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.
PSSI mengamati bahwa komposisi tim lawan didominasi oleh bakat-bakat yang mengasah kemampuan di klub-klub Benua Biru. Hal ini dianggap sebagai standar ujian yang tepat bagi perkembangan teknik pemain lokal.
"Dari yang kami tahu bersama bahwa Mozambik dihuni oleh pemain-pemain yang lebih banyak main di Eropa," tutur Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.
Target utama dari dua pertandingan di Jakarta ini adalah meraih kemenangan penuh demi memperbaiki posisi Indonesia di tabel peringkat dunia. PSSI berharap tren positif dari pertandingan sebelumnya dapat berlanjut dalam FIFA Matchday kali ini.
"Kita berharap dalam dua kali pertandingan ini mudah-mudahan mereka menang," ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.
Federasi menekankan pentingnya poin dari laga resmi FIFA ini agar posisi Indonesia terus merangkak naik secara bertahap. Pencapaian peringkat yang lebih baik akan sangat berpengaruh pada pembagian pot undian di turnamen-turnamen mendatang.
"Kemudian juga ada kenaikan peringkat lah yang bisa diharapkan pada FIFA Matchday kali ini," pungkas Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.