Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memfasilitasi dialog konstruktif antarnegara Asia Tenggara dalam forum South East Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Bali pada tanggal 3 hingga 5 Mei 2026.
Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan mengatasi tantangan pengembangan sistem olahraga kompetitif dan industri olahraga berkelanjutan di kawasan tersebut. Delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN serta Timor Leste hadir untuk menyepakati langkah-langkah strategis bagi masa depan pemuda.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam keterangan resmi yang dilansir dari Kompas pada Rabu (6/5/2026), menegaskan pentingnya kolaborasi ini untuk meningkatkan tata kelola kepemudaan sesuai prioritas masing-masing negara.
"Tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas negara masing-masing," kata Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Indonesia bertindak sebagai penggagas utama yang berhasil merumuskan Deklarasi Bali berisi enam poin kesepakatan. Dokumen tersebut menetapkan olahraga sebagai instrumen diplomasi strategis untuk mendorong perdamaian, persatuan kawasan, serta peningkatan visibilitas internasional Asia Tenggara.
Poin-poin kesepakatan tersebut mencakup penguatan sistem olahraga prestasi melalui ilmu keolahragaan dan peningkatan relevansi ajang multicabang seperti SEA Games. Selain itu, forum menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional berskala besar.
Sektor kepemudaan juga menjadi fokus utama dalam deklarasi ini, terutama mengenai partisipasi inklusif dan pemberdayaan di era digital. Para menteri berkomitmen memperkuat kemitraan guna memastikan generasi muda mampu menjadi agen kesejahteraan yang bertanggung jawab dan memiliki pemikiran kritis.
Sejumlah pejabat tinggi yang hadir dalam forum ini antara lain Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad, serta Menteri Olahraga Filipina Jhon Patrick Gregorio. Hadir pula perwakilan dari Singapura, Timor-Leste, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam.