Penyerang Arsenal asal Brasil, Gabriel Jesus, terlibat dalam dugaan insiden fisik terhadap bek Atletico Madrid, Marc Pubill, di Emirates Stadium pada Rabu (6/5/2026). Peristiwa ini terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan dalam laga semifinal leg kedua Liga Champions yang memastikan langkah Arsenal ke babak final.
Kericuhan massal ini dipicu oleh aksi selebrasi penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, yang dilakukan tepat di hadapan Marc Pubill. Ketegangan yang sudah terbangun sepanjang pertandingan memuncak saat Pubill mencoba menghampiri kelompok pemain tuan rumah karena merasa terprovokasi oleh aksi tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.
Dalam rekaman kejadian yang beredar, Gabriel Jesus terlihat melayangkan tangan ke arah wajah Pubill ketika bek asal Spanyol tersebut berada di tengah kerumunan pemain. Laporan dari Football Espana merinci detail kontak fisik yang terjadi di tengah konfrontasi panas antar kedua tim tersebut.
"Selama konfrontasi tersebut, Pubill, yang sedang ditahan, tampak menerima tamparan dari penyerang asal Brasil, Gabriel Jesus," tulis laporan Football Espana.
Setelah insiden tersebut, sejumlah pemain The Gunners segera menarik Jesus menjauh dari lokasi keributan untuk mencegah situasi semakin memburuk. Namun, aksi fisik tersebut dilaporkan tidak terpantau oleh perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan saat itu.
"Jesus kemudian juga dibawa pergi oleh rekan-rekan setimnya, tetapi insiden tersebut tampaknya tidak diperhatikan oleh para wasit," lanjut laporan Football Espana.
Pihak Atletico Madrid menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit karena menilai ada tiga insiden penalti yang diabaikan sepanjang laga. Selain itu, manajemen Los Colchoneros mengkritik durasi tambahan waktu 5,5 menit yang dianggap tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan agregat 2-1.
Meski terlibat dalam keributan di akhir laga, Marc Pubill sebenarnya tampil impresif sebagai bek tengah darurat bagi tim tamu. Bek kanan yang didatangkan seharga 16 juta euro tersebut berhasil meredam sejumlah serangan Arsenal sebelum akhirnya tersulut emosi akibat selebrasi Gyokeres.