Klub sepak bola Inter Miami memetik kemenangan krusial setelah menumbangkan Philadelphia Union dengan skor 6-4 dalam laga lanjutan kompetisi MLS 2026 yang berlangsung di Nu Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada Senin, 25 Mei 2026 pagi WIB.
Hasil positif ini membawa skuat asuhan pelatih Guillermo Hoyos naik ke peringkat kedua klasemen Wilayah Timur dengan koleksi 31 poin, sedangkan Philadelphia Union semakin terbenam di dasar klasemen setelah menelan kekalahan ke-10 mereka musim ini.
Pesta gol tuan rumah dipimpin oleh penyerang Luis Suarez yang mencetak hattrick, disusul sepasang gol dari German Berterame, serta satu gol penutup dari gelandang Argentina, Rodrigo De Paul.
Pertandingan berjalan sengit sejak peluit pertama berbunyi ketika Milan Iloski mengejutkan Inter Miami lewat gol cepat pada menit ke-3, yang kemudian digandakan melalui eksekusi penalti pada menit ke-10 akibat pelanggaran kiper Dayne St. Clair.
Inter Miami merespons cepat empat menit kemudian lewat sontekan German Berterame yang memanfaatkan umpan terobosan cepat dari Lionel Messi untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Drama saling balas gol terus berlanjut sepanjang babak pertama hingga skor imbang 4-4 bertahan sampai turun minum setelah Milan Iloski mencetak gol ketiganya dari titik putih akibat pelanggaran handsball Sergio Reguilon.
Memasuki babak kedua, Inter Miami tampil lebih mendominasi berkat pergantian taktik dengan memasukkan Facundo Mura dan Telasco Segovia yang membuat sektor sayap bermain lebih agresif.
Luis Suarez akhirnya mencetak gol ketiga pada menit ke-80 setelah memanfaatkan operan German Berterame, sebelum Rodrigo De Paul mengunci kemenangan menjadi 6-4 menjelang akhir laga.
Sebelumnya, atmosfer internal Inter Miami sempat diwarnai dinamika suporter setelah kelompok pendukung La Familia melakukan aksi protes tanpa suara karena merasa kurang diapresiasi oleh para pemain pada laga kontra Portland Timbers pekan lalu.
Perwakilan kelompok suporter Southern Legion menyatakan kekecewaan mereka terhadap sikap para pemain yang langsung menuju ruang ganti tanpa menyapa tribun penonton usai laga kandang.
"The players have shown no respect to La Familia, have not come to our stand after the games when we have guys come in as early as 11 a.m. to set up our tailgate and set up our flags inside the stadium," kata JC Aviles, perwakilan kelompok suporter Southern Legion.
Pihak suporter merasa pengorbanan mereka menyanyikan yel-yel sepanjang pertandingan kurang dihargai oleh tim.
"Not to mention, we sing our hearts out for 90-plus minutes. The only player that came to say hi was Noah Allen and everyone else goes straight to the locker room. Not cool!" ujar JC Aviles menambahkan.
Di sisi lain, mantan manajer Inter Miami yang kini menukari Portland Timbers memberikan pandangannya mengenai perkembangan pesat kompetisi sepak bola di Amerika Serikat saat ini.
"Inter Miami over the last three and a half years have taken the whole MLS to another level, and every single person involved, on and off the pitch, should be incredibly excited because what that's done is raise the bar and everybody else has to catch up. It's created rivalries. Owners are now competing, which is great, billionaires all wanting to be on top of the tree, spending more money and that only helps the league." kata manajer Portland Timbers Phil Neville.