Inter Milan mengunci gelar juara Liga Italia musim 2025-2026 setelah menaklukkan Parma dengan skor 2-0 pada Senin (4/5/2026) dini hari. Kemenangan di Stadion Giuseppe Meazza pada pekan ke-35 tersebut memastikan perolehan poin Nerazzurri tidak lagi terkejar oleh pesaing terdekat mereka.
Keberhasilan meraih trofi ke-21 ini dipastikan melalui sumbangan gol Marcus Thuram pada menit ke-45+1 dan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80. Berdasarkan laporan dari Bola, Inter kini mengantongi 82 poin dan unggul 12 angka dari Napoli yang menduduki posisi kedua klasemen.
Dominasi Inter Milan di kompetisi domestik musim ini membuat selisih poin tersebut mustahil dikejar oleh Napoli yang hanya menyisakan tiga pertandingan. Prestasi ini sekaligus menandai kesuksesan Cristian Chivu dalam menjalani debutnya sebagai pelatih utama menggantikan Simone Inzaghi.
Chivu menorehkan sejarah baru dengan menyamai catatan legendaris Armando Castellazzi yang mampu memenangkan scudetto baik sebagai pemain maupun pelatih di Inter Milan. Sebelumnya, Chivu pernah mencicipi tiga gelar juara liga saat masih aktif bermain pada musim 2007-2008, 2008-2009, dan 2009-2010.
"Satu musim penuh dengan pasang surut. Ini adalah maraton di mana pada akhirnya tim yang paling konsisten dan yang mengumpulkan poin terbanyaklah yang menang. Untungnya, tim itu adalah kami. Kami membangun momentum dari kerja keras yang telah kami lakukan sejak awal, meskipun mengalami beberapa kekalahan. Tetapi kami mampu bereaksi, bangkit kembali, dan tetap mengingat tujuan kami," ujar Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.
Juru taktik asal Rumania itu juga memberikan apresiasi khusus kepada skuatnya yang dinilai mampu bangkit setelah sempat menerima kritik tajam di awal musim. Chivu berhasil mengoptimalkan performa para pemain kunci, termasuk kapten tim Lautaro Martinez.
"Pemain-pemain baguslah yang membantu pelatih memenangkan gelar dan mewujudkan impian mereka," tutur Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.
Meskipun berjaya di kancah nasional, langkah Inter Milan di kompetisi Eropa musim ini harus terhenti lebih awal. La Beneamata gugur di babak playoff Liga Champions setelah mengalami kekalahan agregat 2-5 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dan kini menargetkan pencapaian lebih baik untuk musim mendatang.