Tim nasional sepak bola Irak bermain imbang 0-0 melawan Andorra dalam laga uji coba internasional FIFA di Estadi Municipal de Montilivi, Girona, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Pertandingan yang berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal babak pertama ini diwarnai oleh sejumlah pelanggaran keras dari kedua tim yang saling memperebutkan dominasi di lapangan.
Laga persahabatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Irak menghadapi putaran final Piala Dunia 2026 setelah mencatatkan sejarah kelolosan dramatis melalui babak playoff AFC dan inter-konfederasi.
Sebelum pertandingan berlangsung di Girona, pelatih Irak asal Australia Graham Arnold melakukan konferensi pers mengenai atmosfer kamp pelatihan, persiapan tim, serta pesan yang ia terima seusai kelolosan bersejarah tersebut.
Arnold menegaskan bahwa sejak hari pertama memimpin tim berjuluk Singa Mesopotamia, ia telah menghapus sistem meja terpisah yang sebelumnya memisahkan pemain lokal dan pemain profesional luar negeri.
"What matters to me is that the players enter the field to make their families and the Iraqi people proud of them because Iraq deserves to be proud of its team." kata Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.
Keputusan tersebut diambil untuk membangun budaya kekeluargaan di dalam skuad dan memastikan seluruh pemain merasa setara sebagai perwakilan dari satu negara.
Arnold juga membagikan cerita mengenai pesan singkat dari mantan pelatihnya, legenda Belanda Guus Hiddink, yang menyatakan rasa bangga atas keberhasilan sang murid membawa Irak ke Piala Dunia 2026.
Terkait kekhawatiran keluarganya sebelum ia datang ke Baghdad karena stereotip masa lalu, Arnold memastikan situasi di lapangan sangat aman seiring perkembangan pesat negara tersebut serta keramahan masyarakatnya.
Mengenai hasil undian Piala Dunia 2026 yang menempatkan Irak di grup berat bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia, Arnold secara khusus menyoroti penyerang Norwegia Erling Haaland.
"incredible striker," ujar Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak saat mendeskripsikan Erling Haaland.
Meski begitu, Arnold menekankan bahwa lini belakang Irak dihuni oleh bek-bek berpostur tinggi yang dinilai mampu mengawal kekuatan fisik penyerang Manchester City tersebut.
Dilansir dari ysscores.com dan outlookindia.com, Irak lolos ke Piala Dunia setelah melalui 21 pertandingan panjang selama dua tahun kualifikasi yang melelahkan, sebelum akhirnya mengalahkan Bolivia 2-1 dalam laga final playoff di Meksiko pada 31 Maret 2026.
Hasil imbang tanpa gol melawan Andorra yang berperingkat 173 FIFA ini menjadi bahan evaluasi awal bagi Arnold sebelum melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.