Iran Desak AS Terbitkan Visa Multiple Entry untuk Piala Dunia 2026

Iran Desak AS Terbitkan Visa Multiple Entry untuk Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Iran mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera menerbitkan visa multiple entry bagi seluruh pemain dan staf tim nasional mereka. Langkah ini diperlukan demi kelancaran mobilitas skuad selama mengarungi kompetisi Piala Dunia 2026.

Kebutuhan dokumen tersebut meningkat setelah FIFA resmi menyetujui pemindahan markas latihan timnas Iran. Lokasi pusat pelatihan dialihkan dari wilayah Arizona, Amerika Serikat, menuju Tijuana, Meksiko.

Dilansir dari Suara, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menjelaskan bahwa visa khusus tersebut sangat krusial. Pasalnya, para pemain dan ofisial harus keluar-masuk perbatasan Amerika Serikat secara intensif selama babak penyisihan grup.

"Amerika Serikat harus memberikan visa multiple-entry kepada semua pemain karena mereka harus meninggalkan dan masuk kembali ke AS berkali-kali," kata Taj kepada media lokal di Mashhad, Rabu (28/5/2026).

Induk organisasi sepak bola internasional, FIFA, telah mengonfirmasi pemindahan tersebut. Skuad Iran bakal menggunakan Centro Xoloitzcuintle yang terletak di Tijuana, Meksiko, sebagai basis utama mereka selama turnamen akbar ini berlangsung.

Pemilihan lokasi di Tijuana dinilai lebih strategis karena berada tepat di dekat perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Hal ini diharapkan dapat mempermudah manajemen logistik dan perjalanan tim kepelatihan beserta pemain.

Pada rencana awal, manajemen timnas Iran sebenarnya memilih kompleks olahraga di Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan. Kendati demikian, kendala pengurusan visa dan dinamika situasi geopolitik memaksa pihak federasi mengajukan revisi tempat.

"Semua base camp peserta Piala Dunia harus mendapat persetujuan FIFA. Syukurlah, permintaan kami untuk memindahkan markas tim dari Amerika Serikat ke Meksiko telah disetujui," ujar Taj.

Mantan anggota komite eksekutif tersebut menambahkan, kesepakatan pemindahan ini tercapai melalui serangkaian proses diplomasi. Pihaknya telah menggelar pertemuan langsung dengan pejabat FIFA dan panitia Piala Dunia di Istanbul, serta koordinasi virtual dengan sekretaris jenderal FIFA.

Hingga saat ini, dokumen visa Amerika Serikat untuk komponen timnas Iran dilaporkan belum kunjung terbit. Guna melengkapi persyaratan, sejumlah pemain dan staf bahkan telah menempuh proses wawancara di kedutaan besar AS di Ankara, Turki, pada pekan lalu.

Proses pengajuan visa dilakukan secara langsung di kedutaan bagi para pemain yang bertolak dari domestik Iran. Selain dokumen untuk AS, seluruh anggota tim juga mengurus visa Kanada sebagai persiapan jika mereka berhasil menembus fase gugur.

Persoalan administratif ini berkembang di tengah eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah. Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah terjadi aksi saling serang melibatkan fasilitas militer kedua belah pihak baru-baru ini.

Berdasarkan jadwal kompetisi, Iran akan melakoni laga pembuka grup melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Selanjutnya, mereka bakal menantang Belgia enam hari kemudian, sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 21 Juni.

Artikel terkait

Rekomendasi