Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mendesak FIFA untuk memberikan jaminan keamanan bagi delegasi negaranya sebelum keberangkatan ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Permintaan ini dilayangkan setelah delegasi Iran gagal menghadiri Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, akibat kendala keimigrasian.
Dilansir dari Bola, kepastian terkait perlindungan terhadap simbol-simbol negara menjadi poin utama yang ditekankan oleh pihak Iran. Hal tersebut merujuk pada kekhawatiran akan perlakuan tidak hormat terhadap institusi negara, khususnya Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), selama turnamen berlangsung.
"Kami membutuhkan jaminan untuk perjalanan, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol sistem kami, terutama IRGC," ujar Taj kepada televisi pemerintah Iran, IRIB.
Penolakan delegasi Iran di perbatasan Kanada dipicu oleh pembatalan visa Mehdi Taj saat dirinya masih dalam perjalanan udara menuju Vancouver. Langkah tegas tersebut diambil pemerintah Kanada karena hubungan Taj dengan IRGC yang telah ditetapkan sebagai entitas teroris oleh otoritas setempat pada 2024.
Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menyampaikan permohonan maaf secara tertulis atas kendala yang dialami oleh delegasi tersebut. Pihak otoritas sepak bola dunia tersebut juga mengundang federasi Iran untuk melakukan pertemuan di Zurich guna membahas persiapan teknis turnamen.
Mehdi Taj menegaskan bahwa kehadiran tim nasional Iran di kasta tertinggi sepak bola dunia tersebut didasarkan pada prestasi olahraga. Ia pun menggarisbawahi bahwa posisi tuan rumah sepenuhnya berada di bawah otoritas FIFA.
"Kami pergi ke Piala Dunia karena kami lolos, dan tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Tuan Trump atau Amerika," kata Taj.
Pernyataan tersebut menekankan perlunya transparansi protokol agar delegasi tidak mengalami penolakan serupa saat bertanding di wilayah Amerika Serikat nantinya. Timnas Iran sendiri dijadwalkan akan melakoni babak grup di kota Los Angeles dan Seattle.
"Jika mereka menerima menjadi tuan rumah kami, maka mereka juga harus menerima bahwa mereka tidak boleh menghina institusi militer kami dengan cara apa pun," tambah Taj.
Situasi politik yang memanas sejak Februari 2026 menjadi latar belakang ketidakpastian partisipasi tim berjuluk Team Melli tersebut. Meskipun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan tidak keberatan atas kehadiran para pemain, pembatasan ketat tetap berlaku bagi individu yang terafiliasi dengan IRGC.
Saat ini, aktivitas liga domestik di Iran sedang ditangguhkan demi mendukung fokus pemain dalam pemusatan latihan di Teheran. Federasi kini tengah menyusun rencana pertandingan persahabatan di Turkiye sebagai bagian dari persiapan terakhir sebelum pembukaan Piala Dunia pada 11 Juni mendatang.