Iran Minta Jaminan Keamanan FIFA demi Partisipasi Piala Dunia 2026

Iran Minta Jaminan Keamanan FIFA demi Partisipasi Piala Dunia 2026

Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) menegaskan komitmen tim nasional mereka untuk tetap bertanding pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Namun, otoritas sepak bola Iran tersebut secara resmi menuntut adanya jaminan keamanan dari FIFA menyusul terjadinya insiden penolakan delegasi mereka oleh otoritas Kanada.

Kepastian partisipasi ini menjadi jawaban atas spekulasi yang menyebut Iran akan menarik diri akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport, polemik memuncak saat rombongan FFIRI dilarang memasuki wilayah Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA pada akhir April lalu.

Padahal, Presiden FFIRI Mehdi Taj beserta delegasinya dilaporkan telah mengantongi visa yang sah. Otoritas setempat sempat melakukan interogasi terkait keterlibatan mereka dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sebuah organisasi yang masuk dalam daftar larangan di Kanada.

Merespons kejadian tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kesalahpahaman yang terjadi. Pihak FIFA juga telah mengundang perwakilan FFIRI untuk menghadiri rapat persiapan Piala Dunia di Zurich pada 20 Mei guna menyelesaikan kendala koordinasi.

Dalam pertemuan mendatang, FFIRI berencana mendesak FIFA agar memberikan garansi bahwa pemain, ofisial, hingga pendukung Iran tidak akan mengalami hambatan birokrasi saat memasuki Amerika Serikat. Mehdi Taj menekankan pentingnya penghormatan terhadap simbol dan institusi nasional mereka selama turnamen berlangsung.

"Kami meminta jaminan untuk perjalanan kami di sana, bahwa mereka tidak boleh menghina lambang negara kami - khususnya IRGC," ujar Taj, Presiden FFIRI.

Pihak federasi menilai bahwa kejelasan regulasi sangat diperlukan agar diskriminasi terhadap delegasi tidak terulang kembali di masa depan. Taj mengingatkan penyelenggara untuk bertindak profesional dalam memfasilitasi setiap peserta yang telah dinyatakan lolos kualifikasi secara sah.

"Mereka harus serius memperhatikan ini. Jika memang ada jaminan dan juga aturan jelas, maka insiden seperti di Kanada tidak akan terulang lagi," sambung Taj, Presiden FFIRI.

Iran menegaskan bahwa posisi mereka dalam turnamen ini adalah sebagai tamu dari federasi sepak bola dunia, bukan tamu dari pemerintah negara tuan rumah secara politik. Fokus utama tim adalah berkompetisi secara sportif tanpa adanya tekanan atau penghinaan terhadap institusi militer negara mereka.

"Kami mau main di Piala Dunia, di mana kami sudah lolos dan tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Trump atau Amerika," ujar Taj, Presiden FFIRI.

Sebagai penutup, pimpinan sepak bola Iran tersebut menekankan bahwa kehadiran tim nasional sangat bergantung pada perlakuan yang adil dan rasa aman yang diberikan oleh pihak penyelenggara internasional.

"Jika mereka mau kami hadir, maka mereka tidak boleh menghina militer atau institusi kami seperti itu. Maka harus ada jaminan bahwa kami bisa tampil di sana dengan tenang," kata Taj, Presiden FFIRI.

Artikel terkait

Rekomendasi