Komposer legendaris Indonesia, James F. Sundah, meninggal dunia pada usia 70 tahun di New York, Amerika Serikat, Kamis (7/5/2026) pukul 11.28 waktu setempat atau 22.28 WIB. Pencipta lagu monumental "Lilin-Lilin Kecil" ini mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.
Kabar kepergian musisi kelahiran Semarang, 1 Desember 1955 ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan rekan-rekan sesama praktisi media. James diketahui telah menjalani perawatan intensif di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York, sejak 15 Maret 2026 akibat perkembangan sel kanker yang dideritanya selama hampir dua tahun.
Pengamat musik senior Denny Mr melalui media sosialnya menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya sosok penting di balik gerakan Suara Persaudaraan tersebut.
"Dunia musik kehilangan lagi salah seorang musisi besar. Figur penting di balik gerakan Suara Persaudaraan. Selamat kawan 🙏.....," tulis Denny Mr.
Denny menjelaskan bahwa James merupakan musisi yang memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap perlindungan karya intelektual para seniman di Indonesia. Bahkan dalam kondisi kesehatan yang menurun, almarhum tetap aktif mendiskusikan persoalan royalti musik nasional.
"James musisi yang terus-menerus menaruh perhatian besar pada sistem tata kelola royalti yang dianggapnya masih bermasalah," ujar Denny.
Kedekatan James dengan isu industri musik juga tercermin dari perannya di PAPPRI serta sebagai anggota dewan di Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI). Denny mengenang bagaimana almarhum masih menyempatkan diri berkomunikasi melalui aplikasi pertemuan daring dua bulan sebelum wafat.
"Bahkan kurang lebih dua bulan lalu dalam keadaan sakit, kami sempat berkomunikasi melalui zoom, ia masih saja menyoal kondisi tersebut. Indonesia sungguh kehilangan putra terbaiknya di dunia musik," kata Denny.
Selain dikenal lewat lagu-lagu hits yang dipopulerkan oleh Chrisye, Vina Panduwinata, hingga Krisdayanti, James memiliki reputasi internasional. Denny menekankan bahwa karya-karya James selalu memiliki pesan mendalam tentang kehidupan dan lingkungan.
"James F Sundah antara lain ikut berjasa melambungkan nama Vina Pandiwinata lewat dua ciptaannya, 'Citra Biru' dan 'September Ceria'," ujar Denny.
Kontribusi James di kancah global dibuktikan melalui kolaborasinya dengan grup rock asal Jerman, Scorpions, pada tahun 1996. Denny menambahkan bahwa lirik-lirik yang ditulis James melampaui sekadar hiburan semata.
"Ia pernah mengingatkan kita tentang dunia yang semakin kritis melalui lagu 'Ozone'. Lirik lagu-lagu-lagunya selalu mempunyai kedalaman. Kaya akan makna hidup," jelas Denny.
Pihak keluarga juga merilis pesan resmi yang menggambarkan James sebagai sosok pembawa harapan bagi sesama. Ucapan duka mengalir deras dari berbagai grup percakapan wartawan hiburan dan komunitas musisi tanah air.
"May each of us be that small candle — bringing light, hope, kindness, and love — so together, we can light up the world," tulis pihak keluarga James F. Sundah.
Wartawan hiburan senior Dion Momongan mengonfirmasi kebenaran berita tersebut langsung dari istri almarhum, Priscillia Sundah Suntoso atau Lia. Dion menceritakan bahwa kondisi kesehatan James memang mengalami fluktuasi yang drastis dalam beberapa minggu terakhir sebelum akhirnya kritis.
"Ini dari keluarga, dari istrinya," tulis Dion.
Dion yang memiliki kedekatan emosional sebagai sesama putra daerah Minahasa mengenang James sebagai pribadi yang hangat dan gemar bercanda. Ia terakhir kali bertemu secara virtual dengan James pada akhir tahun 2025.
"James orang baik… Sangat baik," ungkap Dion.
Dion juga menambahkan sisi jenaka James saat mereka berinteraksi secara personal meskipun keduanya memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa daerah asal mereka.
"Sering becanda pakai Bahasa Manado, padahal kami berdua juga ‘terbatas’ ngomong Manadonya hahaha…," kenang Dion.
Sepanjang kariernya, James meraih berbagai penghargaan termasuk Lifetime Achievement dari AMI Awards pada November 2025. Hingga saat ini, pihak keluarga masih mengurus proses kepulangan atau pemakaman jenazah di New York.