Komposer James F. Sundah Meninggal Dunia Akibat Kanker Paru

Komposer James F. Sundah Meninggal Dunia Akibat Kanker Paru

Dunia musik Tanah Air berduka atas berpulangnya komposer legendaris James F. Sundah pada usia 70 tahun di New York, Amerika Serikat, Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu setempat. Pencipta lagu hits tersebut mengembuskan napas terakhir akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak tahun 2024 silam.

Kabar duka mengenai kepergian musisi yang telah lama bermukim di Amerika Serikat ini dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga, Wendi Putranto, sebagaimana dilansir dari Suara. James diketahui meninggal dunia dengan didampingi oleh orang-orang terdekatnya di saat-saat terakhirnya di New York City.

“Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan kabar telah berpulangnya James Freddy Sundah pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 AM waktu New York (EST), dalam usia 70 tahun, dikelilingi oleh istri, anak, dan keluarganya tercinta,” kata Wendi Putranto, Perwakilan Keluarga.

Kondisi kesehatan sang komposer menurun setelah didiagnosis menderita kanker paru-paru sekitar dua tahun lalu. Wendi menjelaskan bahwa selama masa perawatan, istri James terus memberikan dukungan penuh hingga akhir hayat suaminya tersebut.

“James berjuang keras tanpa kenal lelah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024 dengan selalu ditemani oleh sang istri, Lia Sundah-Suntoso, seorang pengacara imigrasi,” tutur Wendi Putranto, Perwakilan Keluarga.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, James sempat menunjukkan momen kebersamaan yang hangat dengan keluarganya. Meskipun kondisi fisiknya sudah melemah, ia masih meluangkan waktu untuk menikmati suasana di sekitar kediamannya.

“Hanya selang satu hari sebelum kepergiannya, ditemani sang istri, James mengenakan kursi roda masih sempat berkeliling area sekitar rumahnya, singgah di taman hingga memakan es krim,” imbuh Wendi Putranto, Perwakilan Keluarga.

James F. Sundah sudah tidak tinggal di Indonesia sejak akhir era 90-an dan memilih untuk menetap di New York. Kendati demikian, dedikasinya terhadap industri musik nasional tidak pernah luntur meski terpisah jarak yang jauh.

“Sejak akhir dekade ’90-an, James dan keluarga telah bermukim di New York City, AS, namun tetap intens berkarya dan mengamati perkembangan industri musik dalam negeri hingga akhir hayatnya,” jelas Wendi Putranto, Perwakilan Keluarga.

Karya-karya James telah dinyanyikan oleh deretan musisi besar Indonesia seperti Chrisye hingga Vina Panduwinata. Menjelang akhir hidupnya, ia bahkan masih sempat merilis sebuah lagu baru yang didekasikan untuk sang istri.

“Pada 15 Oktober 2025 silam, ia merilis karya terakhirnya, ‘Seribu Tahun Cahaya,’ yang dinyanyikan oleh penyanyi muda berbakat Claudia Emmanuela Santoso dan ia persembahkan khusus bagi istri tercinta,” beber Wendi Putranto, Perwakilan Keluarga.

Artikel terkait

Rekomendasi