Musisi legendaris Indonesia James Freddy Sundah meninggal dunia pada usia 70 tahun di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu setempat. Pencipta lagu legendaris ini mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit kanker paru sel kecil yang dideritanya.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui unggahan pada akun Instagram resmi sang komposer, @jamesfsundah. James diketahui telah lama menetap di Amerika Serikat dan sempat menjalani pengobatan di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York, sejak diagnosis pertamanya pada 25 Juni 2025.
Perjalanan medis James dimulai ketika ia merasakan sakit perut yang luar biasa pada 21 Mei 2024 dini hari. Setelah pemeriksaan di New York Hospital, tim medis menemukan massa berukuran hampir 10 sentimeter pada organ hatinya, yang kemudian diikuti dengan temuan massa di paru-paru dan panggul.
Dalam sebuah unggahan media sosial, James sempat membagikan refleksi atas perjuangannya menghadapi penyakit mematikan tersebut setelah melewati vonis awal dokter.
"Kami masih menyempatkan diri untuk membagikan kisah perjuangan kami melawan kanker paru-paru sel kecil, penyakit mematikan yang perlahan-lahan kami atasi dan pelajari cara hidup dengannya. Tuhan sungguh baik. Awalnya kami diberi waktu 3 bulan, namun kini sudah 1,5 tahun berlalu dan kami tetap kuat," tulis James F. Sundah.
Pihak keluarga, termasuk Priscillia Sundah Suntoso dan Erickjuno Jacob, mengungkapkan bahwa James menghadapi situasi medis ini dengan ketenangan. Dalam catatan pribadinya, James menceritakan momen saat ia dan keluarga tetap berusaha menjalani aktivitas normal meski di tengah diagnosa berat.
"Tubuh manusia sungguh luar biasa. Meskipun situasinya serius, dan tanpa menyadari betapa berbahayanya keadaan kami, kami tetap pergi makan malam pada malam itu juga setelah keluar dari ruang gawat darurat. Saya mengemudi pulang bersama istri saya, sedangkan anak saya pulang ke rumahnya. ‘Kita urus ini besok saja’," cerita James F. Sundah.
James F. Sundah dikenal luas di kancah musik nasional sejak tahun 1977 melalui karya monumentalnya berjudul "Lilin-Lilin Kecil". Selain sebagai penulis lagu, ia merupakan sosok yang aktif memperjuangkan perlindungan hak cipta bagi para musisi dan pencipta lagu di Indonesia.