Jannik Sinner Gugur dari Roland Garros 2026 Akibat Masalah Kesehatan

Jannik Sinner Gugur dari Roland Garros 2026 Akibat Masalah Kesehatan

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner gagal melangkah ke babak ketiga turnamen Grand Slam Roland Garros 2026 di Paris setelah mengalami kendala fisik berat di tengah pertandingan melawan Juan Manuel Cerundolo pada Kamis, 28 Mei 2026.

Kekalahan ini dipicu oleh penurunan kondisi tubuh yang drastis saat Sinner sudah memimpin 5-1 pada set ketiga, di mana suhu udara di lapangan mencapai lebih dari 30 derajat Celsius. Dilansir dari Tuttosport, petenis asal Italia tersebut sempat meminta bantuan tim medis dan kedapatan mengeluhkan kondisi perutnya sebelum performanya merosot tajam.

"Devo vomitare" kata Jannik Sinner, Petenis Nomor Satu Dunia.

Setelah insiden di ruang ganti tersebut, Sinner kehilangan ritme permainan akibat rasa mual dan kelelahan fisik yang parah. Cerundolo memanfaatkan momentum itu untuk membalikkan keadaan dan memenangi pertandingan, sementara Sinner tercatat menghabiskan waktu dengan menahan sakit di atas lapangan.

Kejadian di Roland Garros 2026 ini memperpanjang daftar masalah kesehatan, cedera, dan keputusan mundur (forfait) yang dialami Sinner sepanjang karier profesionalnya sejak 2020. Masalah serupa akibat cuaca panas sebelumnya juga pernah membuat Sinner mundur dari final Cincinnati saat melawan Carlos Alcaraz dan mengalami kram parah di Shanghai.

"Mi gira tutto, non riesco a muovermi" ujar Jannik Sinner, Petenis Nomor Satu Dunia.

Riwayat medis Sinner mencatat sejumlah turnamen besar yang terganggu oleh kondisi fisiknya, termasuk gangguan vertigo saat menghadapi Daniil Medvedev di Wimbledon. Selain itu, pada turnamen Roland Garros tahun 2022, langkah petenis bertinggi badan 192 cm ini juga harus terhenti di tengah jalan ketika berhadapan dengan Andrej Rublev akibat cedera lutut kiri.

"Peccato, potevo andare lontano" tutur Jannik Sinner, Petenis Nomor Satu Dunia.

Secara keseluruhan, karier Sinner diwarnai oleh berbagai kendala fisik seperti cedera otot paha di Halle 2023, masalah pergelangan kaki di Sofia 2022, hingga masalah lepuhan di kaki pada turnamen Wina 2020 dan Miami 2022. Catatan medis ini juga mencakup lima kali keputusan mundur sebelum bertanding, dengan kasus terakhir terjadi pada turnamen Madrid 2025 akibat cedera pinggul kanan.

Artikel terkait

Rekomendasi