Jibril Rajoub Tolak Salaman dengan Wakil Israel di Kongres FIFA 2026

Jibril Rajoub Tolak Salaman dengan Wakil Israel di Kongres FIFA 2026

Aksi boikot simbolis terjadi dalam pertemuan petinggi sepak bola dunia saat pemimpin otoritas sepak bola Palestina menunjukkan sikap tegas. Seperti dikutip dari Suara, Presiden Federasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, mengabaikan ajakan bersalaman dari utusan Israel.

Momen tersebut berlangsung secara terbuka di hadapan pimpinan tertinggi FIFA dalam Kongres FIFA 2026 di Vancouver, Kanada. Jibril Rajoub menolak permintaan Gianni Infantino untuk berjabat tangan dengan Basim Sheikh Suliman di tengah situasi konflik yang memanas.

Langkah ini menjadi bentuk perlawanan nyata terhadap penindasan warga sipil serta penghancuran fasilitas olahraga di tanah Palestina. Rajoub menekankan bahwa diplomasi olahraga tidak boleh mengabaikan nilai kemanusiaan yang tercederai oleh agresi militer.

"Penolakan untuk berjabat tangan bukanlah tindakan protokoler biasa, tetapi posisi yang mencerminkan keyakinan bahwa normalisasi olahraga dengan mereka yang membenarkan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," kata Rajoub dalam wawancara dengan Anadolu.

Pihak Palestina kini memperjuangkan tiga poin krusial untuk mendesak FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Israel (IFA). Salah satu poin utamanya berkaitan dengan keberadaan klub-klub Israel yang beroperasi secara ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Dukungan tokoh olahraga Israel terhadap aksi militer juga dinilai telah mencoreng sportivitas serta misi perdamaian dunia. Selain itu, penghancuran sistematis terhadap infrastruktur stadion dan pembatasan ruang gerak atlet Palestina menjadi bukti kuat yang disodorkan PFA.

"Tidak mungkin ada standar ketat dalam isu internasional lainnya dan standar yang berbeda ketika menyangkut Palestina. Kami tidak meminta perlakuan khusus tetapi agar hukum diterapkan secara sama kepada semua tanpa pengecualian," ucap Rajoub.

Kondisi Memprihatinkan Olahraga Palestina

Saat ini, fasilitas olahraga di Gaza dan Tepi Barat berada pada titik terendah akibat kerusakan masif. Sejak akhir tahun 2023, agresi militer tercatat telah menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil di Gaza secara menyeluruh.

Lebih dari 72.000 warga Palestina telah gugur, termasuk banyak talenta muda dari dunia sepak bola yang menjadi korban jiwa. Pembatasan akses antar kota di Tepi Barat juga membuat penyelenggaraan turnamen domestik rutin hampir mustahil dilakukan.

"Jelas bahwa ada isolasi yang mengelilingi perwakilan Israel di beberapa kalangan, yang mencerminkan pergeseran bertahap dalam suasana internasional, meskipun belum diterjemahkan menjadi keputusan yang menentukan," tutur Rajoub.

PFA terus mendesak FIFA untuk menerapkan sanksi pembekuan keanggotaan terhadap Israel atas pelanggaran wilayah geografis dan kemanusiaan. Perjuangan ini ditegaskan sebagai upaya murni berdasarkan dokumen hukum yang sah, bukan sekadar kampanye hubungan masyarakat.

“Kami tidak melawan dalam pertempuran hubungan masyarakat atau membuat pernyataan politik. Kami bertempur dalam pertempuran berdasarkan berkas hukum yang jelas, dan jika ditangani sesuai hukum dan peraturan tanpa standar ganda, itu cukup untuk menjatuhkan sanksi pada federasi Israel, termasuk membekukan atau mengeluarkannya,” ujar Rajoub.

Artikel terkait

Rekomendasi