Johan Manzambi Optimistis Timnas Swiss Imbangi Elit di Piala Dunia 2026

Johan Manzambi Optimistis Timnas Swiss Imbangi Elit di Piala Dunia 2026

Kesiapan mental Timnas Swiss untuk menghadapi persaingan dengan negara-negara besar di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama. Gelandang muda potensial, Johan Manzambi, menegaskan bahwa timnya kini berada pada level yang setara dengan tim elit dunia.

Pemain berusia 20 tahun tersebut menilai Swiss bukan lagi sekadar tim pelengkap dalam turnamen internasional. Dilansir dari Suara, kepercayaan diri ini muncul seiring dengan regenerasi berkualitas yang sedang berlangsung dalam tubuh skuad Nati.

Perjalanan karier Manzambi tergolong sangat cepat, mulai dari akademi Servette hingga berhasil menembus skuad utama SC Freiburg di Bundesliga. Kompetisi Jerman tersebut menjadi kawah candradimuka bagi dirinya sebelum terjun ke panggung dunia.

“Segera setelah saya menandatangani kontrak dengan Freiburg, Piala Dunia 2026 menjadi target bagi saya,” ujar Manzambi yang dikutip dari laman FIFA.

Keputusan pelatih Murat Yakin membawa Manzambi dalam tur Amerika Utara terbukti efektif bagi ketajaman lini serang Swiss. Sang pemain sukses mencatatkan gol internasional perdana beserta assist saat berhadapan dengan Amerika Serikat.

Prestasi impresif di level klub juga terlihat saat ia membantu Freiburg melaju ke partai puncak kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya. Gelar Swiss Young Player of the Year 2025 yang disandangnya semakin mengukuhkan statusnya sebagai aset taktis berharga.

“Saya pikir pertandingan dengan Freiburg ini akan menjadi persiapan yang baik untuk apa yang menanti saya di Piala Dunia,” kata pemain yang mengidolakan Paul Pogba tersebut.

Manzambi dikenal memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu bermain sebagai gelandang nomor 6, nomor 10, hingga penyerang nomor 9. Di luar lapangan, ia banyak menyerap ilmu kepemimpinan dari sang kapten senior, Granit Xhaka.

Dalam ajang Piala Dunia mendatang, Swiss akan bersaing di Grup B bersama tuan rumah Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar. Menghadapi Kanada di Vancouver diprediksi akan menjadi laga yang penuh tekanan atmosfer suporter lawan.

“Menjadi favorit itu bisa dimengerti, tetapi kami akan menjalani setiap pertandingan seperti yang biasa kami lakukan,” tutur pemain kelahiran Jenewa itu.

Kondisi teknis dan kolektivitas tim Swiss saat ini dianggap berada dalam fase terbaik sepanjang sejarah partisipasi mereka. Konsistensi Swiss di jajaran 20 besar peringkat FIFA menjadikan mereka tim kuda hitam yang patut diwaspadai di Amerika Utara.

“Kita tahu bagaimana rasanya bermain di rumah sendiri. Itu memberimu keunggulan ekstra. Tapi kami lebih baik dari sebelumnya. Kami bisa berhadapan satu lawan satu dengan siapa pun,” ujar Manzambi menutup penjelasannya.

Artikel terkait

Rekomendasi