John Herdman Apresiasi Peran Andrej Kostolansky dalam Skema Bola Mati

John Herdman Apresiasi Peran Andrej Kostolansky dalam Skema Bola Mati

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan apresiasi khusus kepada asisten pelatih Andrej Kostolansky setelah skuad Garuda mencetak gol melalui skema bola mati saat mengalahkan Oman pada pertandingan Jumat, 5 Juni 2026.

Pemanfaatan situasi bola mati menjadi fokus pembenahan tim kepelatihan setelah Timnas Indonesia gagal memanfaatkan peluang ornamen tersebut saat ditekuk Bulgaria dengan skor 0-1 pada turnamen FIFA Series 2026, Maret lalu.

Kekecewaan mendalam sempat dirasakan oleh John Herdman akibat kegagalan anak asuhnya dalam memaksimalkan sejumlah kesempatan tendangan bebas maupun sepak pojok yang didapat pada laga kontra Bulgaria tersebut.

"Bola mati defensif, bola mati menyerang, kami kecewa setelah pertandingan melawan Bulgaria," ucap Herdman.

Kritik tersebut didasarkan pada catatan statistik tim yang tidak mampu melepaskan sentuhan pertama meskipun mendapatkan banyak kesempatan melakukan eksekusi dari sudut lapangan.

"Bagaimana kami mendapat tujuh tendangan sudut dan tidak ada kontak pertama pada tendangan sudut tersebut," sebutnya.

Evaluasi menyeluruh kemudian dilakukan oleh Andrej Kostolansky yang memegang tanggung jawab spesifik sebagai perancang strategi bola mati sekaligus pelatih kiper untuk Emil Audero dan Maarten Paes.

Pelatih berkebangsaan Slovakia pemilik lisensi UEFA Pro tersebut secara intensif mengasah kemampuan materi pemain berpostur tinggi seperti Elkan Baggot, Kevin Diks, Rizky Ridho, dan Justin Hubner dalam sesi pemusatan latihan.

"Spesialis bola mati kami, Andrej (Kostolansky), telah bekerja dengan para pemain secara intensif. Jadi, selamat kepadanya," ucap Herdman.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil nyata lewat gol sundulan Justin Hubner yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On dalam laga melawan Oman, mengulangi kesuksesan gol sepak pojok saat bersua Saint Kitts and Nevis pada Maret lalu.

"Itu adalah desain bola mati yang dia buat dan sikap para pemain untuk menjadi yang pertama mencapai bola, jadi sangat proud akan hal itu," jelasnya.

Selain pembenahan bola mati, tim kepelatihan juga terus mematangkan variasi kombinasi permainan di area sepertiga akhir lapangan menjelang pertandingan persahabatan berikutnya.

"Permainan kombinasi adalah sesuatu yang telah kami latih minggu ini, hanya dengan mendekatkan para pemain ke gawang," ulasnya.

Mantan pelatih Kanada tersebut meminta para pemainnya segera mengalihkan fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan atas Oman demi menghadapi tantangan selanjutnya.

"Tapi kami masih punya jalan panjang. Kami harus tetap rendah hati. Kami perlu lupakan kemenangan, dan harus fokus pada pertandingan berikutnya. Kami harus tetap rendah hati dan bekerja keras," ujarnya.

Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni pertandingan berikutnya melawan Mozambik pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi