John Herdman Terapkan Dua Aturan Ketat di Timnas Indonesia

John Herdman Terapkan Dua Aturan Ketat di Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menerapkan dua aturan ruang ganti yang tidak bisa ditawar demi menanamkan budaya persaudaraan baru di dalam skuad Garuda, dilansir dari Bola.

Langkah baru ini dirumuskan oleh pelatih yang menjabat sejak Januari 2026 tersebut bersama grup pemimpin tim yang terdiri dari tujuh pemain pilihan.

Ketujuh pemain yang membantu menyebarkan pesan di ruang ganti tersebut adalah Jay Idzes, Rizky Ridho, Maarten Paes, Emil Audero, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Joey Pelupessy.

Sistem kepemimpinan ini telah berjalan termasuk saat skuad berpose jelang laga melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).

“Kami di sini untuk satu hal ini. Dan untuk melakukan hal ini, budayanya harus menjadi persaudaraan (brotherhood). Kami harus merasa menjadi seperti keluarga timnas,” ujar John Herdman.

Herdman menjelaskan bahwa konsep mendahulukan tim adalah kunci utama yang mendasari motivasi seluruh pemain dalam setiap kompetisi.

“Pertama adalah keluarga timnas di atas segalanya adalah salah satu kunci yang tidak bisa ditawar,” tutur John Herdman.

Pesan tersebut dipertegas dengan penempatan tulisan motivasi seperti "Timnas Family Over Everything", "Korbankan Egomu", dan "280 Million Reasons" di ruang ganti saat turnamen Maret silam.

“Kedua adalah tidak ada ego. Kami di sini bukan untuk Instagram, kami di sini untuk satu alasan dan itu tak ada ego,” ujar Herdman.

Aturan serta susunan kelompok kepemimpinan ini diakui bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan serta proses belajar antarpemain.

“Yang lain sifatnya pribadi. Tapi, saya rasa ada dua pesan yang dibuat grup pemimpin untuk tim ini dan mereka akan berubah seiring dengan waktu, seiring kami bertumbuh semakin kuat dan kami belajar lebih banyak satu sama lain, grup pemimpin akan berubah dan orang yang berbeda akan masuk,” tutur John Herdman.

Mantan pelatih Kanada ini menilai aspek hubungan personal antarpemain jauh lebih krusial dibandingkan sekadar perdebatan mengenai taktik di lapangan.

“Saya rasa pesan akan berubah seiring dengan waktu. Itu fleksibel, tetapi sebagai pelatih tugas saya adalah memperkuat pesan tim.” ujar John Herdman.

Melalui keterikatan emosional tersebut, para pemain diharapkan fokus sepenuhnya pada tujuan utama tim nasional dan bukan pada popularitas pribadi.

“Jadi saya pikir semua itu sangat penting. Sebab, orang-orang terpaku kepada taktik. Namun, kenyataannya adalah jika saya tidak menjembatani jarak antarpemain dan membuat mereka terhubung kepada satu alasan kami datang ke mari.” ujar John Herdman.

Aturan ini sekaligus membatasi aktivitas non-teknis para pemain agar performa di lapangan hijau tetap menjadi prioritas utama selama masa pemusatan latihan.

“Kami di sini bukan untuk Instagram, kami di sini bukan untuk endorsement. Kami di sini bukan untuk menjadi terkenal.” tutur John Herdman.

Artikel terkait

Rekomendasi