John Herdman Bidik Marselino Ferdinan Jadi Kiblat Pembinaan Sepakbola Indonesia

John Herdman Bidik Marselino Ferdinan Jadi Kiblat Pembinaan Sepakbola Indonesia

Strategi jangka panjang untuk merevolusi ekosistem sepakbola nasional kini tengah dirancang oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Juru taktik asal Inggris tersebut memulai langkah strategisnya dengan memproyeksikan gelandang muda Marselino Ferdinan sebagai ikon serta anutan baru.

Seperti dikutip dari Suara, Herdman berambisi menciptakan efek domino lewat keberhasilan Marselino guna memicu lahirnya gelombang pesepakbola muda berbakat lainnya di tanah air. Fondasi pembinaan usia muda dinilai harus digarap secara serius dan masif demi mengakselerasi prestasi internasional.

Kehadiran sosok inspiratif di level tertinggi dianggap menjadi stimulus krusial agar anak-anak di Indonesia berani bermimpi. Visi besar tersebut didasarkan pada pengalaman sukses Herdman saat menukangi Timnas Kanada dan melahirkan talenta kelas dunia.

Saat berada di Kanada, Herdman berhasil mematangkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bek sayap Bayern Munich, Alphonso Davies. Keberhasilan itu membawa dampak nyata bagi perkembangan dan popularitas sepakbola di negara Amerika Utara tersebut.

“Alphonso Davies pesepakbola asal Kanada di Bayern Munich. Ia memenangkan quadruple, Liga Champions pada usia 18 tahun. Sejak sejak saat itu, anak-anak Kanada ingin menjadi Alphonso Davies,” kata John Herdman di YouTube ANTARA TV, Selasa (19/5/2026).

Tanggung jawab serupa kini diemban oleh Herdman untuk mereformasi skuad Garuda di berbagai kelompok umur. Dirinya berkomitmen memantau bakat-bakat potensial secara langsung untuk memastikan proses regenerasi pemain berjalan konstan.

Fokus utama sang pelatih tidak hanya tertuju pada satu nama, melainkan pada ekosistem pemain muda secara menyeluruh. Kawah candradimuka terbaik untuk mendongkrak mentalitas dan kualitas bertanding mereka diyakini berada di kompetisi Eropa.

“Saya sadar memiliki tanggung jawab membantu hal itu terjadi dan mewujudkannya. Entah itu Dony Tri Pamungkas, Marselino Ferdinan maupun Alfharezzi Buffon. Akan lebih banyak lagi pemain yang muncul di level U-17, U-15 dan U-20,” lanjut John Herdman.

Sistem pembinaan berjenjang yang diterapkan Herdman di Kanada telah dibuktikan secara nyata oleh Alphonso Davies. Davies memulai karier profesionalnya di Major League Soccer sebelum akhirnya bertransformasi menjadi pilar elit di benua Eropa.

Keberadaan Davies terbukti berhasil mendongkrak prestasi Kanada hingga mampu menembus putaran final Piala Dunia 2022. Melalui komparasi ini, Timnas Indonesia diharapkan mampu menduplikasi formula sukses tersebut demi mencetak sejarah baru.

Artikel terkait

Rekomendasi