Manajer Timnas Indonesia, John Herdman, memutuskan untuk menyaksikan langsung pertandingan antara Persija Jakarta melawan Semen Padang daripada menghadiri laga Persib Bandung kontra Persijap Jepara.
Keputusan tersebut diambil karena dirinya ingin meninjau secara langsung kualitas beberapa pilar Macan Kemayoran yang masuk dalam daftar panggil tim nasional, terutama Rayhan Hannan, seperti dikutip dari Bola.
Kompetisi Super League 2025-2026 kini telah mencapai pekan ke-34 atau laga pamungkas musim ini.
Sebanyak tujuh pertandingan terakhir bakal bergulir secara serentak pada Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 16.00 WIB, termasuk dua laga sengit di Jakarta dan Bandung tersebut.
Pertemuan Persija dengan Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS) sebenarnya sudah tidak memengaruhi posisi klasemen kedua tim.
Persija Jakarta sudah mengunci posisi ketiga, sedangkan Semen Padang telah dipastikan terlempar dari kasta tertinggi alias degradasi.
Pada pertandingan lain, Persib Bandung sedang berada di jalur terdepan untuk merengkuh trofi juara liga demi mencetak hattrick gelar tiga musim berturut-turut.
Skuat berjuluk Maung Bandung tersebut hanya memerlukan hasil minimal imbang demi mengunci takhta juara musim ini.
Kendati demikian, John Herdman tetap memprioritaskan hadir di JIS demi memantau penggawa Persija Jakarta.
Langkah ini diambil lantaran ada delapan nama dari Macan Kemayoran yang dipanggil masuk pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Juru taktik asal Inggris tersebut berambisi memantau anak asuhnya dari jarak dekat, dengan perhatian khusus tertuju pada performa Rayhan Hannan.
"Saya akan menonton Persija, saya akan menonton pertandingan itu. Saya akan melihat Hannan lebih dekat, saya ingin melihatnya secara langsung. Itu langkah penting," ujar Herdman kepada awak media ketika ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Grafik permainan gelandang berusia 22 tahun itu memang sedang melesat tajam belakangan ini.
Sejak bentrokan kontra Bhayangkara FC hingga laga tandang melawan Persik Kediri yang mencakup total delapan laga, ia selalu dipercaya menjadi starter di sektor tengah Persija.
Herdman ingin menguji aspek mental sang pemain, terutama mengenai konsistensi performanya saat mengetahui sang pelatih timnas memantau langsung dari tribun.
"Dia sudah mengambil langkah-langkah bagus, tapi saat pelatih kepala datang dan Anda tahu sedang diawasi, apakah Anda masih bisa tampil baik?" ujar juru taktik 51 tahun.
Selain nama Hannan, arsitek timnas tersebut juga membuka peluang untuk melihat talenta lain di skuad Persija yang punya prospek menembus tim nasional.
"Jadi, semoga ada beberapa pemain lain di Persija yang saya minati," kata Herdman.
Mengenai keputusannya yang tidak bertolak menuju Bandung, Herdman mengaku sudah sangat mantap dengan penilaiannya.
"Saya pikir untuk Persib sudah jelas, saya sudah jelas soal pemain-pemain di sana," ucap Herdman.
"Saya tahu ini pertandingan besar bagi Persib. Jadi tidak ada tekanan pada mereka, dan saya juga tidak akan ke Borneo dan memberi tekanan ekstra pada pemain-pemain mereka. Saya akan netral dan biarkan mereka bertarung," pasar dia.
Meski begitu, Herdman memandang tensi persaingan yang ketat di Super League edisi ini memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan Timnas Indonesia.
"Saya pikir ini menunjukkan seberapa menariknya liga ini dan seberapa pentingnya liga ini bagi negara kita," kata Herdman.
"Ini akan fantastis. Jadi saya harus tetap netral. Maka itu, saya akan ke Persija," tegas dia.