Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tengah gencar memantau enam pemain diaspora berkualitas dari empat negara berbeda untuk memperkuat skuad Garuda menjelang laga uji coba internasional melawan Oman dan Mozambik pada Juni 2026.
Langkah taktis ini diambil guna melakukan regenerasi jangka panjang serta mendongkrak kualitas kedalaman tim yang akan bersaing di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Dua pemain keturunan di Jerman yang masuk radar adalah Johnson Sildel milik VfL Wolfsburg dan Laurin Ulrich dari FC Magdeburg, sedangkan dari Belanda muncul nama Dean Zandbergen serta Tristan Gooijer.
Selain itu, terdapat nama Luke Vickery yang kini membela Macarthur FC di Australia dan Mitchell Baker, penyerang muda milik Colorado Rapids di Amerika Serikat.
John Herdman menjelaskan bahwa pembangunan skuad Timnas Indonesia harus memiliki arah yang jelas dan terencana dengan baik menuju Piala Dunia 2030 mendatang.
"Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030," kata Herdman via kanal YouTube Antara TV Indonesia.
Arsitek asal Inggris tersebut berkaca pada pengalamannya saat menukangi Timnas Kanada menuju Piala Dunia 2022, di mana beberapa pemain yang awalnya tidak diperhitungkan justru mampu berkembang pesat di Eropa.
"Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa (Inter Milan), dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David juga begitu," ujar Herdman.
Pemantauan bakat baru ini terus digalakkan secara menyeluruh oleh tim kepelatihan tanpa membatasi pencarian pada nama-nama yang sudah populer di mata publik sepak bola nasional.
"Kita harus melihat pemain usia 15 tahun," ucap Herdman.
Herdman juga menyoroti pentingnya memberikan menit bermain internasional lebih awal bagi pemain muda lokal potensial seperti bek muda Borneo FC, Alfharezzi Buffon.
"Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi," tutur Herdman.
Timnas Indonesia berkomitmen menjaga keseimbangan komposisi antara pemain domestik dan diaspora demi menghadirkan persaingan sehat serta meningkatkan standar permainan tim.
"Ada pemain muda di Jerman yang kami pantau. Ada juga dua pemain di Belanda," kata Herdman.
Herdman menilai akselerasi kematangan performa para pesepak bola muda akan berjalan lebih maksimal apabila mereka terbiasa berkompetisi di panggung internasional sejak dini.
"Ketika mereka diberi pengalaman internasional lebih cepat, karier mereka bisa melonjak ke level berikutnya," kata Herdman.
Sementara itu, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan turut menyoroti jadwal resmi dan urgensi persiapan skuad Garuda menjelang dua laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Kita tahu bersama, di bulan Juni ada FIFA Matchday dan jadwalnya sudah jelas. Tanggal 5 Juni berhadapan dengan Oman. Kemudian tanggal 9 Juni kita jumpa dengan Mozambik. Semua akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” kata Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.
Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu memperkirakan tim kepelatihan masih akan mengandalkan pilar-pilar utama yang sebelumnya diturunkan saat melakoni laga uji coba di Eropa.
“Menuju ke sana, John Herdman akan banyak mengambil pemain-pemain yang sudah kita lihat bermain di FIFA Series kemarin. Baik ketika menghadapi Saint Kitts and Nevis dan juga menghadapi Bulgaria,” lanjutnya.
Kendati demikian, munculnya rumor penambahan amunisi baru lewat jalur naturalisasi kilat tetap memicu perhatian besar sekaligus spekulasi dari para pendukung tim nasional.
“Ada mungkin penambahan-penambahan pemain lainnya yang untuk dimasukkan melengkapi 23 pemain. Kabar yang mungkin saja banyak ditunggu banyak orang adalah apakah ada penambahan di FIFA Matchday untuk pemain diaspora,” ujar Ropan.
Dari beberapa nama diaspora yang beredar, penyerang muda Macarthur FC dinilai menjadi sosok yang paling krusial untuk segera didatangkan demi mempertajam daya gedor lini depan.
“Dua pemain tersebut adalah Luke Vickery, dia bermain di Macarthur FC. Ini pemain di lini serang dan juga kabar lain adalah Mitchell Baker yang sekarang bermain di Amerika Serikat dengan Colorado Rapids,” lanjutnya.
Ropan menambahkan, dari kedua ujung tombak muda tersebut, opsi mempercepat proses perpindahan kewarganegaraan Luke Vickery menjadi langkah yang paling masuk akal bagi kebutuhan tim.
“Tapi kalau yang dipilih itu saya pikir hanya satu nama. Kalau memang memilih, mungkin Luke Vickery yang paling penting untuk bisa bergabung,” tambah Ropan.
Namun, mengingat mepetnya waktu menjelang sepak mula FIFA Matchday Juni, Ropan sangsi seluruh proses birokrasi dan administrasi kenegaraan dapat rampung dalam waktu singkat.
“Saya sih masih agak ragu, karena dengan waktu yang cepat. Semoga kalau memang ini geraknya cepat, dalam waktu 16 hari ke depan Luke Vickery bisa tersedia. Kalau itu memang yang diinginkan John Herdman,” ujar Ropan.
Kelancaran proses naturalisasi tersebut harus melewati serangkaian tahapan legal formal di pemerintahan sebelum seorang pemain bisa resmi mengenakan seragam Merah Putih.
“Ini kan mesti lewat proses tahap demi tahap ke DPR RI. Dibahas di sana. Kemudian nantinya ada tanda tangan dari presiden terus pengambilan sumpah,” lanjutnya.
Ropan menegaskan bahwa kebijakan percepatan ini harus benar-benar didasari oleh kebutuhan taktis yang mendesak dari pelatih, bukan sekadar memuaskan ekspektasi publik.
“Memang bisa dilakukan dengan cepat kalau memang dianggap urgent. Tapi kalau tidak urgent, untuk apa dipaksakan lebih cepat. Walaupun banyak yang menantikan,” pungkasnya.