Timnas Indonesia dihadapkan pada dua agenda besar dengan tingkat kompetisi yang berbeda dalam waktu dekat. Pasukan Garuda dijadwalkan melakoni pertandingan FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik pada 5 dan 9 Juni mendatang.
Setelah merampungkan agenda internasional tersebut, Timnas Indonesia bakal bersaing di Piala AFF yang bergulir pada 24 hingga 26 Agustus. Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada di dalam satu grup bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Brunei Darussalam.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berpeluang membentuk dua tim berbeda untuk menghadapi kedua turnamen tersebut, seperti dikutip dari Detik Sport. Langkah ini diambil karena adanya potensi kendala pemanggilan pemain dari klub luar negeri.
Untuk menghadapi FIFA Matchday pada bulan Juni, pelatih yang kini berusia 50 tahun itu menyatakan bahwa skuad Garuda akan turun dengan kekuatan penuh. Komposisi ini mencakup para pemain diaspora yang saat ini merumput di kompetisi Eropa.
John Herdman bahkan telah memanggil sebanyak 44 pemain yang masuk dalam proyeksi tim menuju laga persahabatan resmi tersebut. Namun, kebijakan berbeda akan diterapkan saat mengarungi turnamen antarnegara Asia Tenggara.
Pada turnamen Piala AFF, John Herdman bakal mengandalkan basis pemain dari kompetisi domestik. Hal ini disebabkan karena klub-klub di Eropa kemungkinan besar tidak bersedia melepas para pemain diaspora karena ajang ini tidak masuk kalender resmi FIFA.
"Kesempatan bagi pemain Eropa untuk datang dan menjadi bagian itu ada, tetapi klub tidak akan mengizinkannya," ujar Herdman di Stadion Madya, Senayan, Jumat (22/5).
"Saya sudah berpengalaman di CONCACAF dengan turnamen pada saat seperti ini dan aturan FIFA tetap aturan FIFA. Jadi kami akan menggunakan pemain domestik, dan itu penting bagi saya karena tujuannya adalah Piala Dunia. Tujuannya adalah AFC 2027," tuturnya.
John Herdman juga memastikan bahwa kedua agenda yang akan datang ini memegang peranan sangat krusial. Rangkaian pertandingan tersebut menjadi landasan utama bagi tim pelatih dalam menentukan komposisi ideal skuad Timnas Indonesia.
Oleh karena itu, juru taktik asal Kanada tersebut berharap seluruh pemain yang dipanggil mampu menunjukkan performa dan kualitas tertinggi mereka di lapangan.
"Jadi ini sangat penting bagi saya untuk melihat siapa pemain domestik terbaik, siapa pemain Eropa terbaik, sehingga saya kemudian dapat membentuk skuad untuk AFC karena di bulan November saya tidak akan berada dalam periode seleksi. Setiap orang memiliki kesempatan saat ini," kata Herdman.