John Herdman Ubah Pola Pikir Pemain Timnas Indonesia Cetak Gol

John Herdman Ubah Pola Pikir Pemain Timnas Indonesia Cetak Gol

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan fokusnya untuk mengubah pola pikir para pemain agar mampu mencetak gol dari setiap posisi di lapangan, Jumat (22/5/2026).

Langkah ini diambil guna mengatasi kebuntuan lini serang Skuad Garuda yang sempat kesulitan mencetak gol dari skema permainan terbuka pada laga-laga sebelumnya, seperti dilansir dari Bola.

Sebelumnya, masalah kebugaran Ole Romeny membuat persiapan tim di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 kurang maksimal, hingga kalah dari Arab Saudi dan Irak, serta takluk dari Bulgaria di FIFA Series.

Untuk memperkuat komposisi tim, pihak manajemen kini tengah memantau sejumlah nama pemain diaspora baru seperti Luke Vickery dan Mitchell Baker yang dikabarkan akan menjalani proses naturalisasi.

"Ya, maksud saya, kami sedang mempertimbangkan sejumlah pemain diaspora. Sejak saya datang, kami telah mengevaluasi lebih dari 16 pemain." ujar Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Arsitek tim asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa komunikasi dengan para pemain keturunan di luar negeri masih terus berjalan intensif sampai saat ini.

"Saya telah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora sejak berada di sini. Dan itu adalah proses yang berkelanjutan. Kami menemukan mereka, kami berbicara dengan mereka, kami membicarakan masa depan," ucap Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Herdman menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tim tanpa harus terburu-buru mengumumkan nama-nama incaran ke publik.

"Jadi kami akan terus bekerja sama dengan pemain diaspora, saya belum akan menyebutkan nama-nama mereka. Kami akan membiarkan itu terjadi karena ini adalah sebuah proses, ada banyak orang yang terlibat. Tetapi kami sedang memperkuat, kami akan memperkuat tim ini," tutur Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Mantan pelatih Kanada tersebut menginginkan anak asuhnya tidak hanya terpaku pada pencarian sosok penyerang lubang atau nomor sembilan klasik di dalam tim.

"Negara ini, kita terus berbicara tentang 'nomor sembilan', seorang penyerang tengah, Indonesia membutuhkan penyerang tengah. Indonesia membutuhkan mentalitas dalam tim bahwa setiap orang bisa mencetak gol," kata Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Strategi baru ini diterapkan agar seluruh sektor pemain memiliki keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi saat memasuki area kotak penalti lawan.

"Dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol. Entah Anda seorang bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya, kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak pemain yang percaya diri bisa masuk ke area mencetak gol." ujar Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa para pemain belakang juga memikul tanggung jawab besar untuk memanfaatkan peluang dari situasi bola mati.

"Bek tengah bertanggung jawab atas bola mati. Jadi menurut saya pelajaran besarnya adalah saya terus mendengar 'Indonesia tidak punya penyerang tengah', tetapi tanggapan saya terhadap itu adalah solusinya adalah mengubah pola pikir para pemain," ucap Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Herdman menilai gaya main Timnas Indonesia sejauh ini masih terlalu pasif dan cenderung bergantung pada skema transisi permainan.

"Karena bagi saya, jika kita bisa membuat pemain lokal percaya dan berpikir 'kita tidak butuh penyerang tengah, kita butuh orang di mana saja di setiap posisi yang percaya dan berpikir tentang mencetak gol'," tutur Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Lebih lanjut, ia merefleksikan pengalamannya saat menukangi Kanada yang beruntung bisa memunculkan talenta berbakat secara mendadak.

"Bagi saya itu adalah langkah terbesar yang bisa dilakukan tim ini. Karena Haaland mungkin tak jatuh dari langit dalam ampat tahun," kata Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Kendati ada kemungkinan bakat besar muncul tiba-tiba, Herdman memilih bersiap menghadapi situasi realistis di Indonesia.

"Mungkin saja. Di Kanada, Jonathan David muncul begitu saja, Tajon Buchanan, Alphonso Davies... itu bisa terjadi." ujar Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Kolektivitas antar lini kini menjadi program utama tim kepelatihan guna mendongkrak agresivitas gol Skuad Garuda di masa depan.

"Tetapi di beberapa negara mungkin tidak. Jadi bagi saya, saya bersiap untuk tidak bergantung pada momen munculnya penyerang tengah yang luar biasa ini. Kami akan melatih tim ini untuk mencetak gol dari setiap posisi. Itulah misinya," ucap Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi