Bek asal Inggris John Stones mengambil keputusan besar untuk mengakhiri masa pengabdiannya bersama Manchester City. Stones memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan habis pada akhir musim ini, setelah membela klub selama sepuluh tahun.
Kabar perpisahan ini mencuat setelah Manchester City sukses meraih gelar Piala FA musim ini, dikutip dari Detik Sport. Tim asuhan Pep Guardiola tersebut memastikan diri menjadi juara usai menumbangkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley pada pertandingan final, Sabtu (17/5/2026).
Gol tunggal yang membawa kemenangan bagi Manchester City dicetak oleh Antoine Semenyo. Saat prosesi penyerahan piala, kapten Bernardo Silva memberikan penghormatan khusus dengan mempersilakan John Stones mengangkat trofi Piala FA tersebut untuk pertama kalinya secara bersama-sama.
John Stones telah menjadi sosok penting di lini belakang Manchester City sejak didatangkan dari Everton pada tahun 2016. Selama berseragam Manchester Biru, pemain berusia 31 tahun ini telah mencatatkan sebanyak 256 penampilan di semua ajang kompetisi.
Kontribusi Stones juga berbuah gelontoran piala bagi publik Etihad Stadium. Selama satu dekade, ia sukses membantu klub mengoleksi enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, dan lima trofi Carabao Cup.
Namun, perjalanan Stones pada musim ini tidak berjalan mulus akibat terpaan cedera. Dirinya tercatat hanya tampil dalam 17 pertandingan di seluruh kompetisi, bahkan hanya menjadi penghuni bangku cadangan pada laga final Piala FA melawan Chelsea.
Musim Sulit dan Cinta dari Penggemar
Meninggalkan Manchester City menjadi keputusan yang berat bagi Stones setelah melewati periode yang sulit. Bek tengah ini mengaku tetap merasa sangat dicintai oleh seluruh elemen klub meski menit bermainnya berkurang drastis setelah pulih dari cedera.
"Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, tetapi saya tidak akan pernah percaya atau berpikir 10 tahun yang lalu bahwa ini akan terjadi, saya akan memiliki lagu dan sangat dicintai, ini sangat luar biasa. Ini benar-benar istimewa," ujar Stones dikutip dari BBC.
Faktor kebugaran dan kesempatan bermain disinyalir menjadi alasan utama di balik keputusan hengkangnya sang pemain pada akhir musim nanti.
"Ini musim yang sulit. Saya rasa di paruh pertama musim ini saya cukup banyak bermain dan terlibat dalam pertandingan, tetapi saya mengalami cedera ringan di bulan Desember dan belum bisa kembali sejak saat itu... begitulah sepak bola. Saya sebenarnya tidak tahu mengapa (saya belum bermain)," jelasnya.