Tim Red Bull KTM Tech3 resmi menunjuk Jonas Folger untuk menggantikan Maverick Vinales yang masih dibekap cedera pada seri kelima MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Keputusan ini diambil setelah Vinales dinyatakan belum bugar untuk kembali bersaing di lintasan balap kelas utama.
Maverick Vinales terpaksa menunda kepulangannya ke lintasan setelah menjalani pemeriksaan di Red Bull Athletic Performance Centre (APC) baru-baru ini. Pembalap berjuluk Top Gun tersebut masih dalam masa pemulihan pascaoperasi pengangkatan sekrup yang longgar pada bagian bahunya.
"Saya telah bekerja keras sejak operasi untuk pulih sepenuhnya dan selalu menjadikan Le Mans sebagai target balapan saya untuk kembali," kata Maverick Vinales dilansir dari Juara.net.
Vinales menceritakan bahwa kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk mengendalikan motor MotoGP saat ini. Ia menekankan pentingnya mencapai kekuatan penuh sebelum berkompetisi kembali.
"Namun, setelah mengikuti APC minggu ini, saya diberi tahu bahwa saya belum cukup kuat untuk kembali mengendarai sepeda motor," ujar Maverick Vinales.
Penundaan ini membuat Vinales harus absen dari balapan kandang timnya demi prioritas kesehatan jangka panjang. Ia mengaku pasrah meski merasa sangat kecewa dengan keputusan medis tersebut.
"Meskipun saya kecewa, saya mengerti bahwa kembali ke kondisi prima adalah hal penting dan saya akan tetap fokus dan memprioritaskan hal itu," imbuh Maverick Vinales.
Situasi ini serupa dengan penjelasan tambahan yang menyebutkan bahwa stabilitas bahu sang pebalap terganggu akibat cedera lama. Hal ini memaksa dirinya memperpanjang masa cuti sakit sejak seri Amerika lalu.
"I mendapat masukan bahwa saya belum cukup kuat untuk kembali ke atas motor," terang Maverick Vinales dilansir dari Bolasport.com.
Maverick Vinales kini memilih fokus penuh pada program rehabilitasi agar bisa segera kembali dalam kondisi terbaiknya. Ia tidak ingin mengambil risiko lebih besar jika memaksakan diri tampil lebih awal.
"Walau kecewa, saya memahami bahwa kembali dengan kekuatan penuh adalah hal terpenting. Saya akan tetap fokus dan memprioritaskannya," ucap Maverick Vinales.
Pihak manajemen tim menyambut keputusan tersebut dengan bijak demi keselamatan sang pebalap utama. Manajer tim KTM Tech3, Nicolas Goyon, menegaskan bahwa tim tidak ingin mengambil risiko apa pun.
"Sejak awal kami selalu mengatakan bahwa kesehatan dan pemulihan Maverick adalah hal terpenting," kata Nicolas Goyon.
Goyon menambahkan bahwa meski kehadiran Vinales sangat diharapkan di GP Prancis, tim sangat menghormati instruksi medis. Balapan ini tetap krusial bagi Tech3 sebagai ajang di hadapan pendukung sendiri.
"Jadi meskipun mengecewakan dia tidak akan bersama kami di balapan kandang, dia tahu kondisi tubuhnya sendiri dan kapan dia akan siap untuk kembali," tutur Nicolas Goyon.
Tim berharap dua motor Tech3 tetap kompetitif selama akhir pekan balapan di Le Mans nanti. Goyon juga menaruh harapan besar pada peningkatan performa Enea Bastianini.
"Ini adalah akhir pekan penting bagi kami karena kami akan balapan di depan teman, keluarga, dan penggemar kami, jadi akan sangat menyenangkan memiliki dua motor kembali di lintasan dan Jonas kembali bersama kami di Tech3," kata Nicolas Goyon.
Kepercayaan diri tim didukung oleh hasil positif pada sesi pengujian yang dilakukan sebelum seri Prancis. Bastianini diharapkan mampu menjadi tumpuan utama tim untuk mendulang poin maksimal.
"Setelah uji coba di Jerez, Enea telah membuat kemajuan besar pada motornya dan merasa percaya diri menjelang Grand Prix, jadi kami yakin kami dapat menjalani akhir pekan yang kuat di kandang sendiri," pungkas Nicolas Goyon.
Sementara itu, Jonas Folger yang kini bertugas sebagai penguji KTM dipilih karena keterbatasan opsi pengganti. Dani Pedrosa sebelumnya telah menyatakan tidak bersedia balapan lagi di kelas reguler.
"Secara prinsip, saya merasa nyaman dan senang dengan tugas saya sebagai pembalap penguji," ucap Dani Pedrosa, test rider KTM.
Pedrosa merasa perannya sebagai wildcard sudah cukup dan ingin memberikan kesempatan kepada pebalap yang lebih muda. Ia menilai regenerasi jauh lebih penting bagi masa depan tim.
"Saya telah tampil sebagai wildcard dan kini Pol yang mendapat prioritas untuk melakukannya karena dia sangat menginginkannya," kata Dani Pedrosa.
Pebalap asal Spanyol tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap berada di balik layar pengembangan motor. Baginya, masa kompetisi penuh di MotoGP telah usai.
"Saya pikir masa saya telah selesai. Jadi saya pikir sekarang waktunya bagi pembalap muda," imbuh Dani Pedrosa.
Jonas Folger sendiri mengaku sangat antusias menyambut kesempatan kembali ke grid MotoGP setelah sekian lama absen. Ia memiliki sejarah panjang bersama kru Tech3 sejak masa debutnya.
"Pertama-tama, saya ingin mendoakan Maverick agar cepat pulih dan sehat kembali," ujar Jonas Folger.
Pebalap asal Jerman ini merasa senang bisa bereuni dengan mantan rekan kerjanya di Tech3. Baginya, tantangan di Le Mans sangat besar karena ia sudah tiga musim tidak aktif berkompetisi di balapan utama.
"Secara pribadi, saya sangat senang bisa kembali bersama semua orang di Tech3, saya memiliki sejarah dengan tim ini dan akan sangat menyenangkan bertemu semua orang lagi," tutur Jonas Folger.
Folger menyadari bahwa proses adaptasi cepat dengan motor KTM RC16 akan menjadi kunci utama keberhasilannya akhir pekan ini. Ia harus mempelajari banyak hal baru dalam waktu singkat.
"Le Mans akan menjadi tantangan besar, kembali setelah sekian lama absen dari balapan," kata Jonas Folger.
Meski memprediksi jalannya balapan akan sulit, Folger tetap optimistis bisa memberikan kontribusi positif bagi tim. Semangat untuk kembali memacu motor kelas premier menjadi motivasi terbesarnya.
"Kembali mengendarai motor berarti harus beradaptasi dengan cepat dan belajar banyak sepanjang akhir pekan," ucap Jonas Folger.
Folger juga menekankan bahwa rasa tidak sabar untuk mengaspal telah mengalahkan keraguannya akan kondisi fisik atau teknis. Ia siap menghadapi segala kesulitan yang muncul di lintasan.
"Ini pasti akan sulit, tetapi saya percaya hal positifnya lebih besar daripada kesulitannya dan saya sangat menantikannya. Saya tidak sabar," pungkas Jonas Folger.
Pebalap pengganti tersebut juga secara khusus menyampaikan doa kesembuhan bagi Vinales melalui saluran komunikasi yang berbeda. Ia menaruh rasa hormat tinggi pada pebalap yang ia gantikan tersebut.
"Pertama-tama saya ingin mendoakan pemulihan yang kuat dan cepat untuk Vinales," ucap Jonas Folger dilansir dari Bolasport.com.
Hubungan emosional Folger dengan Tech3 menjadi faktor pendukung yang diyakini bisa mempermudah proses integrasinya di dalam garasi. Ia merasa seperti pulang ke rumah sendiri.
"Secara pribadi, saya sangat senang bisa kembali lagi dengan semua orang di Tech3, saya punya kenangan dengan tim ini dan rasanya hebat bisa melihat mereka semua lagi," kata Jonas Folger.
Tantangan di Sirkuit Bugatti dianggap Folger sebagai ujian berat bagi pebalap yang sudah lama tidak berada dalam ritme kompetisi. Namun, ia merasa antusiasme akan menutupi segala kendala teknis.
"Le Mans akan menjadi tantangan yang besar, kembali setelah bertahun-tahun tidak balapan, dan kembali menaiki motornya berarti adaptasi cepat dan belajar banyak sepanjang akhir pekan," ujar Jonas Folger.
Folger menegaskan komitmennya untuk berjuang habis-habisan demi hasil terbaik bagi tim KTM Tech3 di Prancis. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kesiapannya untuk segera turun ke lintasan.
"Akhir pekan akan sulit tentunya, tetapi saya percaya sisi positifnya akan menutupi kesulitannya dan saya sangat menantikannya. Saya tidak sabar," kata Jonas Folger.
Rangkaian kegiatan MotoGP Prancis 2026 dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans.