Jonatan Christie Tersingkir dari Perempat Final Malaysia Masters 2026

Jonatan Christie Tersingkir dari Perempat Final Malaysia Masters 2026

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie dipastikan tersingkir dari turnamen Malaysia Masters 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur. Langkah unggulan keempat tersebut dihentikan oleh wakil Tiongkok, Hu Zhe An, dalam babak perempat final melalui drama tiga gim langsung.

Kekalahan tipis dialami Jonatan dari pemain non-unggulan tersebut dengan skor akhir 21-14, 13-21, dan 16-21, sebagaimana dilansir dari Medcom. Kehilangan kendali permainan pada gim kedua dan ketiga menjadi penyebab utama kegagalan atlet yang akrab disapa Jojo ini mempertahankan dominasinya.

Evaluasi menyeluruh langsung disampaikan oleh Jonatan selepas pertandingan mengenai perubahan performa yang dialaminya di lapangan hijau.

"Pertama pasti bersyukur, selalu Puji Tuhan karena selesai dengan tanpa ada yang cedera. Tapi ya memang cukup disayangkan tadi," ujar Jonatan Christie.

Kegagalan mengantisipasi perubahan strategi musuh diakui Jonatan menjadi kendala besar yang membuatnya kehilangan momentum keunggulan.

"Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga," jelas Jonatan Christie.

Adaptasi cepat yang dilakukan oleh lawan pada gim kedua membuat situasi pertandingan berbalik dan menekan pertahanan wakil Indonesia.

"Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan," beber Jonatan Christie.

Masalah ketenangan pada poin-poin kritis di gim penentu juga diakui menjadi faktor penentu kekalahannya dari sang lawan.

"Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah," paparnya Jonatan Christie.

Sebagai langkah antisipasi untuk kompetisi mendatang, pembenahan fokus dan ritme permainan menjadi target utama sang atlet.

"Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya," pungkas Jonatan Christie.

Artikel terkait

Rekomendasi