Jonatan Christie Tersingkir dari Malaysia Masters 2026

Jonatan Christie Tersingkir dari Malaysia Masters 2026

Langkah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti di babak perempat final Malaysia Masters 2026 yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini menjadi salah satu dari dua wakil Indonesia yang bertanding di fase tersebut.

Seperti dilansir dari Detik Sport, Jonatan dipaksa mengakui keunggulan wakil China, Hu Zhe An. Melalui pertarungan sengit sepanjang tiga gim, Jonatan menyudahi pertandingan dengan skor akhir 21-14, 13-21, dan 16-21.

Kegagalan mempertahankan ritme permainan menjadi penyebab utama kekalahan ini. Padahal, performa juara Asia 2024 tersebut terlihat sangat menjanjikan dan mendominasi pada gim pertama sebelum akhirnya berbalik tertekan pada dua gim berikutnya.

"Ya memang cukup disayangkan tadi. Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga,"

kata Jonatan seusai bertanding.

"Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan."

Memasuki gim penentu, juara All England 2024 tersebut berupaya bangkit demi mengejar ketertinggalan angka. Kendala di lapangan membuat situasi tidak berjalan mudah, hingga akhirnya atlet berusia 28 tahun itu harus merelakan kemenangan kepada lawan.

"Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah,"

ujar pebulutangkis 28 tahun itu.

Kekalahan di Malaysia Masters ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Jonatan. Dirinya langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi dua turnamen berikutnya yang memiliki level lebih tinggi, yakni Singapore Open dan Indonesia Open.

"Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya,"

kata juara Asia 2024 tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi