Jorge Jesus Mundur dari Al Nassr Setelah Antar Cristiano Ronaldo Juara

Jorge Jesus Mundur dari Al Nassr Setelah Antar Cristiano Ronaldo Juara

Gelar juara Saudi Pro League berhasil diamankan oleh Al Nassr. Namun, keberhasilan ini langsung diikuti dengan kabar mengejutkan mengenai keputusan sang juru taktik.

Pelatih Al Nassr Jorge Jesus mengundurkan diri dari posisinya. Misinya membantu Cristiano Ronaldo jadi juara Liga Arab Saudi sudah terpenuhi.

Kepastian tersebut didapatkan setelah klub berjuluk The Global Club ini meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 atas Damac di Al Awwal Stadium, Jumat (22/5/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Detik Sport.

Ronaldo jadi bintang di laga Al Nassr vs Damac. CR7 memborong 2 gol, salah satunya tercipta dari eksekusi tendangan bebas.

Keberhasilan ini memecahkan catatan personal bagi sang megabintang asal Portugal. Langkah tersebut sekaligus menyudahi penantian panjangnya sejak berkarier di Timur Tengah.

Ini menjadi trofi kompetitif pertama bagi Ronaldo bersama Al Nassr. Bintang asal Portugal itu mengakhiri puasa gelar sejak pertama kali tiba di Arab Saudi pada awal tahun 2023.

Pencapaian ini juga menjadi momen terakhir bagi sang pelatih asal Portugal di kursi kepelatihan. Arsitek strategi berusia 71 tahun tersebut memilih menyudahi kerja samanya.

Trofi Saudi Pro League sekaligus jadi kado perpisahan bagi Jorge Jesus. Pelatih berusia 71 tahun itu resmi meninggalkan klub usai membawa timnya juara.

Jorge Jesus didatangkan Al Nassr pada musim panas 2025. Dia memutuskan mundur setelah menuntaskan misi membantu Ronaldo jadi juara di Arab Sudi.

Mantan pelatih Al Hilal itu mengungkapkan bahwa keputusan yang diambilnya telah dipikirkan sejak awal menerima pinangan dari pihak manajemen.

"Ketika saya menerima tantangan ini, ketika Cristiano Ronaldo dan Semedo mengundang saya, saya tahu ini akan menjadi tantangan tersulit dalam karier kepelatihan saya," kata Jesus, dikutip dari media Portugal A Bola.

"I came here to help Cristiano and this club to win, we did an incredible job all together… now for me it's time to go," ujarnya.

Tuntutan persaingan yang ketat di kompetisi domestik membuat dirinya harus memeras otak agar timnya mampu tampil konsisten melampaui para pesaing.

"Untuk memenangkan kejuaraan ini, kami harus jauh lebih baik daripada lawan kami. Seperti yang saya katakan kepada Cris, 'Saya akan membantu Anda menjadi juara dan kemudian saya akan pergi'," ujarnya.

Lewat raihan prestasi terbaru ini, torehan rekam jejak pribadi sang pelatih di kompetisi sepak bola Arab Saudi semakin mentereng.

Jorge Jesus menjadi pelatih ketiga setelah Gabriel Calderon dan Ramon Diaz yang sukses meraih titel Liga Arab Saudi 2 kali. Dia sebelumnya mengantarkan Al Hilal jadi kampiun pada 2024.

Artikel terkait

Rekomendasi