Klub raksasa Liga Italia, Juventus, dilaporkan telah mengajukan penawaran resmi senilai 5 juta Euro kepada Liverpool untuk memboyong penjaga gawang utama mereka, Alisson Becker, pada Senin, 25 Mei 2026 waktu setempat.
Langkah agresif Si Nyonya Tua ini diambil demi mengamankan tanda tangan kiper asal Brasil tersebut sebelum bergulirnya turnamen akbar Piala Dunia 2026.
Dilansir dari Tuttosport, proposal transfer tersebut disodorkan langsung oleh Direktur Juventus, Damien Comolli, namun nominal yang diajukan diyakini akan ditolak lantaran Liverpool mematok harga Alisson di angka 15 hingga 20 juta Euro.
Selain Alisson, Juventus yang kini bersiap menghadapi musim 2026-2027 di bawah asuhan pelatih Luciano Spalletti juga tengah memantau situasi bek kiri Andrew Robertson yang berstatus bebas transfer setelah hengkang dari Anfield.
Mantan penjaga gawang Liverpool, Brad Friedel, turut memberikan pandangannya kepada GOAL mengenai dampak besar yang akan dihadapi The Reds jika pemain berusia 33 tahun itu benar-benar pergi dari Merseyside.
"Dari sudut pandang Arne Slot, mungkin saja, karena saya rasa Arne Slot dan Salah tidak sejalan. Hubungan mereka mulai menjadi seperti minyak dan air. Jadi mungkin dari sudut pandang itu. Namun, apa yang telah dilakukan Salah selama dekade terakhir sungguh luar biasa, dan kepergiannya akan menjadi kerugian besar." ujar Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Friedel menilai bahwa kepergian Alisson akan memicu situasi yang sangat pelik bagi manajemen Liverpool karena kualitas sang kiper yang sangat sulit dicari tandingannya di pasar transfer saat ini.
"Alisson akan menjadi salah satu kiper yang paling sulit digantikan di dunia sepak bola jika dia pergi. Saya think akan sangat sulit bagi Liverpool untuk menggantikannya." kata Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Dirinya juga mengungkapkan rasa sedihnya sebagai pendukung klub jika Alisson angkat kaki, mengingat integritas dan performa luar biasa yang selalu ditunjukkan sang pemain di bawah mistar gawang.
"I tidak ingin melihatnya pergi, secara profesional, dan sebagai pendukung Liverpool, saya akan sangat sedih jika dia pergi karena betaha hebatnya dia bagi klub. Dia tidak pernah mencoreng nama baik klub. Dia mengakui kesalahannya jika membuat kesalahan, yang sebenarnya tidak banyak. Dia adalah salah satu kiper 1v1 terbaik yang pernah bermain di dunia." tutur Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Lebih lanjut, Friedel menegaskan bahwa attributes kepemimpinan dan ketangguhan mental Alisson masih tetap berada di level tertinggi meskipun sang pemain mulai menua atau sempat diganggu masalah cedera.
"I pikir kiper-kiper seperti itu, bahkan saat usia mereka menua, bahkan dengan mungkin beberapa cedera, masih lebih baik daripada hampir semua orang di dunia. Saya pikir menggantikannya akan sulit, sangat sulit." ucap Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Ketika berbicara mengenai kandidat suksesor, Friedel meragukan opsi mempromosikan James Trafford secara instan dan menyarankan nama Emiliano Martinez dari Aston Villa sebagai sosok alternatif yang memiliki mentalitas juara.
"Mungkin saja, tapi kamu butuh seseorang yang tangguh, seseorang yang mampu bermain di semua pertandingan besar. Kamu butuh seseorang yang mengharapkan untuk memenangkan Liga Champions, bukan sekadar bermain di dalamnya. Mengharapkan untuk memenangkan Liga Champions, Liga Premier, Piala FA, dan Piala Liga. Itu adalah jenis mentalitas yang berbeda yang kamu butuh saat menjadi kiper di klub-klub papan atas ini." kata Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Friedel menambahkan bahwa tekanan mental di tim besar memerlukan figur yang siap menerima segala bentuk kritik serta pujian tanpa mengguncang performa konsistennya.
"Dan itu tidak mudah ditemukan, kamu tahu, dan Trafford adalah kiper yang sangat bagus. Saya sangat menyukainya, tapi itu juga beban yang berat untuknya. Mungkin seperti Emi Martínez, seseorang seperti itu, yang bisa menghadapi semua pertandingan setiap saat, kritik apa pun, pujian apa pun, dan mereka tahu cara menghadapinya. Tidak banyak di luar sana yang bisa kamu tunjuk dan bilang: ‘He’s our guy’. Itu keputusan yang sulit." ujar Brad Friedel, Mantan Kiper Liverpool.
Kekhawatiran serupa juga diutarakan oleh eks penggawa Liverpool lainnya, John Arne Riise, yang menganggap peran Alisson dan Robertson teramat krusial bagi stabilitas lini pertahanan The Reds.
"Saya tidak bisa membayangkan dia pergi karena dia pemain luar biasa. Dia sangat penting bagi klub, para pemain, dan lini pertahanan kami." kata John Arne Riise, Mantan Pemain Liverpool.
Riise menegaskan bahwa mencari pengganti yang sepadan dengan kapasitas Alisson saat ini merupakan misi yang hampir mustahil untuk diwujudkan oleh manajemen.
"Jika dia akan pergi, siapa yang akan Anda dapatkan? Maksud saya, siapa yang berada di level itu? Tidak ada," imbuh Riise.
Di sisi lain, jurnalis Lewis Steele dalam program Media Matters di Anfield Index memberikan perkembangan terbaru yang mengindikasikan bahwa kubu internal Liverpool masih merancang rencana musim depan bersama sang kiper.
"I think as it stands, people are planning for him to stay." kata Lewis Steele, Jurnalis.
Meskipun minat dari Juventus nyata, Steele menjelaskan bahwa manajemen Liverpool memiliki keyakinan internal untuk menahan sang pemain, walaupun durasi bursa transfer masih tersisa cukup lama.
"the caveat that we’re only in May and there’s still three months left of the window" tutur Lewis Steele, Jurnalis.
Keyakinan tersebut didasari oleh fakta bahwa kehadiran Alisson di lapangan selalu menaikkan level permainan tim secara signifikan, terlepas dari riwayat absen sang pemain akibat cedera berkala.
"it feels like Liverpool are sort of confident that they can get him to stay" ucap Lewis Steele, Jurnalis.
Stabilitas ini dinilai krusial, terutama di tengah ancaman kepergian figur senior lainnya yang berpotensi memicu hilangnya jiwa kepemimpinan di dalam tim.
"remains as important as ever to Liverpool" ujar Lewis Steele, Jurnalis.
Fleksibilitas taktik dan jaminan kualitas membuat tim medis serta kepelatihan menganggap potensi absennya Alisson dalam beberapa laga sebagai risiko yang sepadan.
"does miss 10 to 20 games a season" kata Lewis Steele, Jurnalis.
Kualitas permainan Alisson yang masif saat bertanding menjadi alasan utama mengapa pihak klub bersikeras mempertahankannya di Anfield.
"almost a risk worth taking for a player that elevates you so highly when he’s on the pitch" tutur Lewis Steele, Jurnalis.
Namun, Steele tidak membantah bahwa daya tarik dari tim Liga Italia seperti Juventus tetap menjadi faktor pengganggu yang konstan sepanjang musim panas.
"That doesn’t change the fact that Juventus want him." ucap Lewis Steele, Jurnalis.
Keputusan akhir pun sepenuhnya berada di tangan sang penjaga gawang utama tim nasional Brasil tersebut jika ia memilih untuk menyudahi masa baktinya.
"ultimately Allison could say, ‘I’m sorry, but I’m going.’" ujar Lewis Steele, Jurnalis.
Kendati demikian, melihat dinamika terkini di dalam skuad, posisi Alisson diprediksi masih akan tetap bertahan mengawal gawang Liverpool untuk musim depan.
"If you had to put your money either way, I would probably put it on him to stay now." kata Lewis Steele, Jurnalis.
Prediksi ini diperkuat oleh komitmen hitam di atas putih yang mengikat sang pemain di Anfield, menyusul langkah protektif klub beberapa bulan lalu.
"it’s a fluid situation and it could change" tutur Lewis Steele, Jurnalis.
Kendati bursa transfer berjalan dinamis, mempertahankan Alisson setidaknya satu tahun lagi dipandang sebagai opsi terbaik untuk meredam dampak kepergian pilar penting lainnya.
"Robo and Salah leaving" ucap Lewis Steele, Jurnalis.
Kehilangan para pemain senior secara serentak dikhawatirkan bakal merusak struktur kepemimpinan dan mentalitas bertanding yang sudah terbangun lama.
"would leave a huge leadership void behind" ujar Lewis Steele, Jurnalis.
Sebagai informasi tambahan, Alisson Becker saat ini sejatinya masih terikat komitmen masa bakti di Liverpool setelah klausul perpanjangan kontraknya aktif.
"got a contract till the end of next season" kata Lewis Steele, Jurnalis.