Ambisi Juventus untuk mengamankan tiket ke Liga Champions resmi kandas secara menyakitkan pada pekan pamungkas Liga Italia Serie A 2025/2026. Misi wajib menang Si Nyonya Tua buyar setelah ditahan imbang 2-2 oleh rival sekota mereka, Torino, di Stadion Grande Torino.
Seperti dikutip dari Medcom, laga bertajuk Derby della Mole ini sempat tertunda selama satu jam. Penundaan terjadi akibat bentrokan hebat antar-kelompok ultras kedua tim di luar stadion sebelum sepak mula dilakukan.
Hasil imbang ini membuat Juventus harus puas menutup musim di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 69 poin. Skuad asuhan Luciano Spalletti tersebut resmi terlempar ke Liga Europa musim depan, menyusul kemenangan Como yang sukses mengunci slot terakhir zona empat besar.
Di sisi lain, tambahan satu poin ini membuat Torino berhak naik ke posisi ke-12 dengan raihan 45 poin.
Meskipun bertindak sebagai tim tamu di bawah tekanan suporter lawan, Juventus langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Peluang demi peluang mulai tercipta, termasuk sundulan bek Lloyd Kelly yang masih melenceng tipis dari gawang Torino yang dikawal Alberto Paleari.
Gempuran tiada henti Bianconeri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-24. Memanfaatkan kejelian umpan matang Khephren Thuram, Dusan Vlahovic dengan dingin melepaskan tembakan menyusur tanah ke pojok kiri bawah gawang.
Papan skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Juventus. Skor tersebut bertahan hingga para pemain memasuki ruang ganti saat turun minum.
Memasuki babak kedua, taktik Luciano Spalletti berjalan semakin mulus. Melalui sebuah transisi kilat yang dibangun oleh Francisco Conceicao pada menit ke-54, Vlahovic kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Penyelesaian akhir yang klinis dari penyerang asal Serbia tersebut membuat Juventus menjauh dengan keunggulan nyaman 2-0.
Comeback Torino dan Keruntuhan Lini Belakang Juventus
Petaka mulai mengintai lini pertahanan Juventus memasuki menit ke-60. Enggan dipermalukan rival abadi di hadapan publik sendiri, Torino menolak menyerah dan meningkatkan intensitas serangan.
Pemain pengganti Cesare Casadei sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui sundulan tajam. Gol tersebut lahir setelah sang pemain memaksimalkan umpan silang akurat yang dikirim oleh Rafael Obrador.
Gol balasan ini seketika mengubah momentum permainan di lapangan. Lini belakang Juventus yang dikomandoi Federico Gatti mulai panik dan kehilangan disiplin akibat gelombang serangan spartan dari Granata.
Mimpi buruk Juventus benar-benar menjadi kenyataan enam menit sebelum waktu normal berakhir. Pada menit ke-84, striker pengganti Che Adams berhasil lolos dari jebakan offside.
Adams kemudian melepaskan tendangan akurat yang merobek jala Mattia Perin. Skor berubah menjadi imbang 2-2.
Di sisa menit pertandingan termasuk masa injury time, Juventus mengurung total pertahanan Torino demi mencari gol kemenangan. Namun, rapatnya barisan pertahanan tuan rumah membuat frustrasi Weston McKennie dan kolega hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain
Torino (3-4-1-2): Paleari; Ebosse, Ismajli, Coco; Obrador (Nkounkou 63"), Gineitis (Casadei 45"), Ilkhan (Njie 63"), Pedersen (Prati 69"); Vlasic; Simeone, Duvan Zapata (Adams 56")
Juventus (4-2-3-1): Perin; Cambiaso (Holm 63"), Kelly, Gatti, Kalulu; Thuram (Koopmeiners 70"), Locatelli; Boga (Zhegrova 78"), McKennie, Conceicao (Miretti 70"); Vlahovic (David 62")