Juventus Ungguli Torino pada Babak Pertama di Tengah Kericuhan Ultras

Juventus Ungguli Torino pada Babak Pertama di Tengah Kericuhan Ultras

Pertandingan Derby della Mole antara Torino melawan Juventus di Stadion Grande Torino pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB sempat tertunda selama satu jam setelah kelompok ultras kedua tim terlibat bentrokan hebat sebelum laga dimulai.

Dilansir dari gazzetta.it, kericuhan yang pecah pada sore hari menjelang pertandingan tersebut mengakibatkan seorang suporter Juventus berusia 45 tahun dari kelompok ultras Viking mengalami cedera kepala parah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Molinette untuk menjalani operasi bedah saraf, sementara kepolisian setempat telah menahan delapan orang pendukung Juventus terkait insiden tersebut.

Akibat peristiwa itu, pendukung tim tamu sempat mengancam akan menginvasi lapangan jika laga tetap dimulai sesuai jadwal awal pada pukul 20.45 waktu setempat, sehingga sepak mula baru bisa dilaksanakan pada pukul 21.45. Para suporter juga sempat meminta kapten Juventus, Manuel Locatelli, agar timnya menolak bertanding sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban.

Situasi tersebut sempat dikonfirmasi oleh CEO Juventus, Damien Comolli, saat berbicara kepada saluran penyiaran Dazn prima laga berlangsung.

"C'e un nostro tifoso in ospedale, per questo hanno chiesto di non giocare ma la partita non è a rischio. Dopo la gara andrò all'ospedale a parlare con il tifoso se sarà possibile" ujar Damien Comolli, CEO Juventus.

Meski situasi di luar lapangan diselimuti ketegangan, pertandingan babak pertama akhirnya tetap berjalan dengan dominasi penuh dari skuad asuhan Luciano Spalletti. Dilansir dari bola.kompas.com, Juventus yang mengincar kemenangan demi mengamankan tiket Liga Champions langsung mengambil inisiatif serangan melalui formasi 4-2-3-1.

Keunggulan Bianconeri tercipta pada menit ke-24 setelah Dusan Vlahovic berhasil mengonversi umpan matang dari Khephren Thuram. Tendangan kaki Vlahovic bersorong akurat ke pojok kiri bawah gawang Torino yang dikawal oleh Alberto Paleari, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0.

Torino yang menerapkan formasi 3-4-1-2 di bawah arahan pelatih Roberto D'Aversa sempat memberikan perlawanan melalui peluang Nikola Vlasic dan Gvidas Gineitis, namun usaha mereka masih melebar dari gawang Mattia Perin. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga ditiupnya peluit tanda turun minum.

Artikel terkait

Rekomendasi