Penyerang Arsenal, Kai Havertz, mengukir sejarah baru dalam kompetisi Liga Champions setelah mencetak gol cepat ke gawang Paris Saint-Germain pada pertandingan final yang berlangsung Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Gol spektakuler tersebut mengantarkan penyerang tim nasional Jerman ini menjadi pemain pertama dari negaranya yang mampu mencetak gol dalam dua laga final Liga Champions format modern. Sebelumnya, Havertz telah membukukan gol kemenangan bagi Chelsea FC saat menundangkan Manchester City 1-0 di Porto pada tahun 2021.
Pencapaian ini menyamai rekor legenda FC Bayern Munich, Franz "Bulle" Roth dan Gerd Müller, yang mengukir sejarah serupa saat kompetisi ini masih menggunakan format kejuaraan Eropa lama. Melalui gol ini, Havertz juga tercatat sebagai pemain ketiga dalam sejarah yang mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda, menyusul jejak Cristiano Ronaldo bersama Manchester United dan Real Madrid, serta Mario Mandzukic untuk Bayern Munich dan Juventus.
Sebelum pertandingan dimulai, Havertz sempat membagikan ambisinya mengenai laga krusial ini kepada media The Guardian.
"As a child, I never would have dreamed that I would score in the final and win the match. I will always be proud of that. I'm trying to carry that feeling with me and hope it happens again," ujar Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Gol bersejarah tersebut tercipta pada menit keenam pertandingan setelah Havertz menerima umpan dari Piero Hincapie dan menusuk dari sisi kiri lapangan. Ia berhasil melewati bek PSG, Willian Pacho, sebelum melepaskan tembakan terarah dari sudut sempit yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Matvey Safonov.
Aksi impresif tersebut mengonfirmasi prediksi dari legenda sekaligus mantan kapten Arsenal, Thierry Henry, yang disampaikan kepada media Bild sesaat sebelum sepak mula dimulai.
"He has this gift for scoring important goals," kata Thierry Henry, Legenda Arsenal.
Henry menilai penyerang tersebut memiliki kecerdasan taktik yang tinggi sehingga mampu menempati beberapa posisi berbeda di lini depan.
"He constantly applies pressure and reads the game exceptionally well thanks to his high footballing IQ. He uses his brain, so he can slot in across several positions," tambah Thierry Henry, Legenda Arsenal.
Meskipun sempat diganggu masalah cedera pada musim ini, Havertz berhasil bangkit menjelang akhir kompetisi dengan mengemas delapan gol dan lima asis dari 25 penampilan. Performa impresif ini juga mengamankan posisinya sebagai penyerang utama dalam sistem 4-2-3-1 arahan pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, untuk persiapan Piala Dunia mendatang.
Keberhasilan Havertz di kancah Eropa turut menyegarkan ingatan publik pada nilai transfer para pemain bintang di kompetisi Premier League dalam beberapa tahun terakhir.
| Pemain | Posisi | Usia | Klub Lama | Klub Baru | Tahun | Biaya Transfer |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Aleksander Isak | Penyerang | - | Newcastle United | Liverpool FC | 2025 | €145juta |
| Florian Wirtz | Gelandang | - | Bayer Leverkusen | Liverpool FC | 2025 | €125juta |
| Enzo Fernández | Gelandang | - | Benfica | Chelsea FC | 2023 | €121juta |
| Jack Grealish | Penyerang | - | Aston Villa | Manchester City | 2021 | £117.5juta |
| Declan Rice | Gelandang | - | West Ham United | Arsenal | 2024 | £100juta |
| Moisés Caicedo | Gelandang | - | Brighton & Hove Albion | Chelsea FC | 2023 | £116juta |
| Romelu Lukaku | Penyerang | - | Inter Milan | Chelsea FC | 2021 | €113juta |
| Paul Pogba | Gelandang | - | Juventus | Manchester United | 2016 | €105juta |
| Kai Havertz | Penyerang | - | Bayer Leverkusen | Chelsea FC | 2020 | €100juta |
| Hugo Ekitike | Penyerang | - | Eintracht Frankfurt | Liverpool FC | 2025 | €95juta |
Akibat penampilannya di final Liga Champions, Havertz dipastikan absen dari kamp latihan tim nasional Jerman di Herzogenaurach serta laga uji coba melawan Finlandia.