Kai Havertz Cetak Rekor Liga Champions Saat Arsenal Hadapi PSG

Kai Havertz Cetak Rekor Liga Champions Saat Arsenal Hadapi PSG

Penyerang Arsenal Kai Havertz mengukir sejarah baru dalam kompetisi tertinggi Eropa lewat gol cepatnya ke gawang Paris Saint-Germain pada pertandingan final Liga Champions di Stadion Puskas Arena, Budapest.

Gol pada menit kelima tersebut tercipta setelah pemain internasional Jerman itu menusuk dari sisi kiri lapangan dan melepaskan tembakan keras ke langit-langit gawang lawan tanpa kawalan berarti dari lini belakang Paris Saint-Germain.

Keberhasilan membobol gawang lawan di Puskas Arena membuat Kai Havertz menjadi satu dari tiga pemain dalam sejarah yang mampu mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda, menyamai rekor Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic.

Sebelumnya, mantan penyerang Chelsea itu juga menjadi pencetak gol tunggal kemenangan timnya saat menghadapi Manchester City pada partai puncak kompetisi serupa tahun 2021.

Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique justru memberikan pujian bagi perkembangan performa lawannya sebelum pertandingan final tersebut berlangsung.

"No, I am not surprised, especially with what they have done this year. They are absolutely worthy of winning the Premier League. They were the best team and the most consistent. It was not always easy with Manchester City on their tails, but they deserved the title. Arteta has been there for six and a half years so he knows the team inside out." kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Catatan sejarah kompetisi sebenarnya berpihak kepada skuad asuhan Mikel Arteta karena 11 tim terakhir yang mencetak gol pembuka di final Liga Champions selalu berhasil keluar sebagai juara.

Tim terakhir yang gagal mempertahankan keunggulan gol pertama adalah Atletico Madrid pada tahun 2014, yang akhirnya harus menelan kekalahan dengan skor 4-1 dari Real Madrid.

Laga ini menjadi penampilan kedua Arsenal di final sepanjang sejarah klub setelah sebelumnya menderita kekalahan 2-1 dari Barcelona pada tahun 2006, sementara Paris Saint-Germain datang dengan status juara bertahan musim lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi