Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West alias Ye, sukses menggelar konser akbar yang dihadiri oleh 118.000 penonton di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, Turki, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pertunjukan masif ini menandai kembalinya sang musisi ke panggung internasional setelah sempat menghadapi boikot massal di sejumlah negara Eropa.
Kehadiran ratusan ribu penonton tersebut memicu klaim sepihak dari sang rapper mengenai pencapaian penampilannya. Dilansir dari Medcom, pelantun lagu tersebut menyatakan bahwa konsernya di Turki telah memecahkan rekor baru dalam sejarah pertunjukan musik dunia.
“Saya hanya ingin memberi tahu kalian semua, kita baru saja memecahkan rekor, 118.000, pertunjukan stadion terbesar sepanjang masa,” seru Ye dari atas panggung yang dikutip melalui Turkiye Today.
Konser yang berlangsung selama dua jam ini juga menarik perhatian pemirsa global dari berbagai negara. Penggemar dari Rusia, Kazakhstan, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, hingga Polandia dilaporkan sengaja datang ke Istanbul demi menyaksikan penampilan perdana Ye di Turki tersebut.
Kemeriahan acara di dalam stadion semakin memuncak ketika Ye menghadirkan musisi tamu kejutan. Rapper papan atas Travis Scott dibawa ke atas panggung untuk berkolaborasi, mendampingi sederet musisi lokal Turki seperti Yener Cevik, Mavi, Sena Sener, Pera, dan Motive yang tampil sebagai pembuka.
Pencapaian di Istanbul menjadi momen penting bagi Ye setelah didera gelombang boikot sejak awal tahun 2025. Penolakan dari publik internasional tersebut mencuat menyusul rangkaian komentar kontroversial dan ujaran kebencian anti-Semit yang ia sampaikan, terutama setelah penampilannya di Grammy Awards 2025.
Selain kerap memicu perdebatan publik akibat gaya busana eksentrik bersama istrinya, Bianca Censori, tindakan provokatif di media sosial juga memperkeruh situasi. Pada tahun lalu, Ye merilis lagu berjudul "Heil Hitler" yang secara terang-terangan memuat ideologi Nazi.
Dampak dari tindakan tersebut membuat pemerintah Inggris, Polandia, dan Italia mencekal serta memboikot rencana konsernya. Menanggapi gelombang penolakan itu, Ye sempat merilis surat permintaan maaf terbuka satu halaman penuh di surat kabar Wall Street Journal pada awal Januari 2026.