Dugaan kasus pelecehan seksual menerpa salah satu pendiri kolektif kreatif asal Jakarta, UNDERDAWG Indonesia. Isu ini menjadi perbincangan hangat di media sosial Threads setelah beberapa warganet mengungkap pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh para talent perempuan.
UNDERDAWG Indonesia sendiri dikenal sebagai manajemen hiburan yang aktif menyelenggarakan acara musik elektronik dan ajang DJ sejak tahun 2025. Kolektif ini juga mengelola program akademi DJ pemula serta menyediakan layanan produksi musik, seperti ghost production hingga proses mastering dan mixing.
Kabar mengenai dugaan pelecehan ini mencuat pertama kali, seperti dilansir dari Medcom, melalui unggahan sebuah utas dari akun Threads @audiyaaaptr. Akun tersebut membagikan peringatan agar para DJ perempuan lebih waspada ketika berniat bergabung dengan komunitas atau manajemen hiburan tertentu.
"Buat para DJ, terutama cewek-cewek yang mau join collective/management, lebih hati-hati ya. Jangan sampai gabung ke tempat yang salah. Yang foundernya malah nggunain collective/management buat kebutuhan pribadi. Terutama kebutuhan tyt*d," tulis akun Threads @audiyaaaptr pada Kamis, 28 Mei 2026.
Hingga informasi ini dihimpun, unggahan tersebut telah dilihat sebanyak 34.987 kali oleh warganet, khususnya dari kalangan pelaku industri musik elektronik. Walaupun identitas korban dan terduga pelaku tidak disebutkan secara gamblang, kolom komentar dipenuhi oleh kesaksian warganet yang mengaku mendapat perlakuan tidak etis.
Salah satu akun mengaku hampir menjadi korban modus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pendiri UNDERDAWG Indonesia tersebut.
"MAU DI SPILL GA, Gua selaku pernah jadi PR-nya merasa jijikkkk, gua tolak mentah2, dan gua di tinggalin sendiri di BENGKEL SCBD!!!!!," tulis akun @theluv_maca.
Kesaksian senada diutarakan oleh akun lain yang menyatakan pernah dipaksa melakukan hubungan intim ketika aktif menjadi bagian dari hubungan masyarakat (PR) kolektif tersebut.
"Aku juga pernah ikut collective as a pr. dia maksa buat hs. untunggg nya aku tolak mentah mentahhh dan aku ada video permintaan maaf dia. kesepakatan nya mau doi post di sg sampe skrng dia ga post post. mau aku spilll ga video nya guys, btw beberapa pr dan talent nya ada yg udah jadi korban dia. tp blm ada yg berani up," tulis akun @sweetttsparklesss.ttt.
Merespons kegaduhan di ruang publik, DJ sekaligus salah satu founder UNDERDAWG Indonesia, Okta Soekarno, memberikan penjelasan melalui unggahan di Instagram Story pribadinya pada Kamis malam, 28 Mei 2026.
Lewat pernyataan tertulis itu, Okta bersama Regina Rumopa menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban dan menegaskan sikap mereka yang menentang keras segala tindakan pelecehan seksual.
"Saya, Okta Soekarno, bersama Regina Rumopa selaku founder UNDERDAWG, ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas berita yang beredar belakangan ini, khususnya kepada 10 korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu founder UNDERDAWG," tulis Okta.
Okta menyayangkan peristiwa tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para korban jika ingin menyelesaikan perkara ini ke ranah hukum.
"Kami menghormati dan mendukung sepenuhnya apa pun keputusan para korban, termasuk apabila para korban memilih untuk menempuh jalur hukum maupun langkah lainnya yang dianggap perlu. Sebagai sesama perempuan, kami menentang segala bentuk pelecehan seksual dan percaya bahwa setiap korban berhak mendapatkan keadilan, ruang aman, serta dukungan atas keberanian mereka untuk bersuara," tuturnya.
Pada akhir pernyataannya, Okta dan Regina mengumumkan bahwa mereka telah menarik diri sepenuhnya dari manajemen tersebut.
"Melalui pernyataan ini, saya atas nama pribadi, Okta Soekarno, dan Regina Rumopa menyatakan bahwa kami sudah tidak lagi menjadi bagian dari UNDERDAWG dan tidak akan berada di bawah naungan UNDERDAWG dalam bentuk apa pun ke depannya. Sekali lagi, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian ini," tutup Okta Soekarno.